Tari Laweut Aceh, Menelusuri Jejak Sejarah, Makna, dan Ciri Khas

Tari Laweut

Tari Laweut yaitu salah satu tarian tradisional yang berasal dari Aceh. Tarian ini mirip seperti tari Seudati yang berasal dari Aceh juga, perbedaannya hanya pada para penarinya saja. Tari LaweutAceh ini ditarikan oleh para perempuan, sedangkan tari Seudati ditarikan oleh laki-laki.

Ada sejarah, makna, gerakan, pola lantai, dan juga properti yang digunakan dalam tarian, dan akan dijelaskan di artikel ini. Apa saja penjelasan dari tari Laweut yang berasal dari Aceh ini? Yuk, teris simak artikel berikut:

Sejarah Tari Laweut Aceh

1. Asal Nama

Tari Laweut Aceh adalah sebuah tarian yang berasal dari wilayah Pidie. Setelah itu, tarian ini menyebar dan berkembang ke seluruh wilayah Aceh.

Nama tari Laweut ini asal mulanya dari kata “selawat”, yang memiliki artian sanjungan untuk Nabi Muhammad SAW. Syair-syair yang digunakan untuk mengiringi tarian ini, Ludang Kecepeh, memang banyak menagandung kalimat-kalimat shalawat kepada Nabi.

2. Penari

Tarian ini mirip seperti tari Seudati yang sama-sama berasal dari Aceh. Perbedaannya hanya pada para pemain atau penarinya, dan juga jenis tepukannya saja. Kalau tari Laweut ini ditarikan oleh para perempuan, sedangkan kalau tari Seudati ditarikan oleh para laki-laki.

Tari Laweut biasanya dimainkan oleh 8 orang yang berumur 20-30 tahun. Dalam tarian ini ada pemimpin yaitu seorang syekh dan juga tarian ini dibantu oleh dua orang pengapet syekh.

Masa sekarang ini, tarian ini sudah jarang dipertunjukan, karena para penari dan pemain yang sudah wafat, dan juga tempat belajar menari ini sudah sangat terbatas. Tari Laweut merupakan salah satu tari yang sudah hampir punah. Pasalnya, tarian ini sudah jarang yang bisa memainkannya.

Baca Juga:  Sunan Ampel

3. Gerakan

Pada tari Seudati, saat gerakan menepuk tangan itu ditepukkan di bagian dada dan juga perut dengan keras. Sedangkan pada tari Laweut, ada gerakan menepuk yang hanya pada bagian paha dan juga tangan saja.

4. Musik dan Syair

Ada satu atau dua orang penyanyi yang menyanyikan syair-syair dalam tarian ini. Penyanyi itu berada di sudut-sudut panggung. Tarian ini tidak diiringi dengan musik, tetapi hanya diiringi dengan nyanyian dari syair-syair saja.

Syair yang digunakan dalam  tarian ini memiliki makna syair shalawat dan pujian-pujian kepada Allah dan Rasul. Dalam syair juga terdapat pesan-pesan kepada manusia mengenai kehidupan, pendidikan, dan sebagainya.

Para penari dinilai berdasarkan masing-masing kelompok, dari ragam gerak, penampilan, dan juga dari makna syair yang mengiringi tarian tersebut. Syair itu berupa kisah-kisah, kiasan-kiasan, atau teka-teki.

Makna Filosofis Tari Laweut Aceh

Tari Laweut sebelumnya memiliki nama lain, yaitu Akoon (Seudati Inong). Namun, pada acara Pekan Kebudayaan Aceh II, nama tari ini diubah dan sudah ditetapkan menjadi nama tari Laweut ini.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa tarian ini memiliki gerakan dan juga fungsinya  yang hampir sama dengan tari Saman. Tarian ini memiliki makna mencerminkan pendidikan, keagamaan, sikap sopan santun, kekompakan, dan juga sikap saling kebersamaan.

Fungsi yang ada dalam tarian ini, yaitu sebagai media dakwah yang baik. Media dakwah ini menyangkut tentang agama Islam, dan juga memberikan masukan mengenai kebaikan-kebaikan yang dilakukan dalam kehidupan ini.

Gerakan Tari Laweut Aceh

Tari Laweut ini juga memiliki nama lain, atau masyarakat sering menyebutnya dengan tari Seudati Inong. Hal ini dikarenakan dari segi jumlah penari, dari gerakannya, dari proses, tarian, dan juga teknik yang digunakan dari tarian ini, sangat mirip dengan tari Seudati.

Kedua tarian ini, sama-sama dilakukan oleh delapan orang penari, dan juga ada satu orang syah. Ada juga seorang penyanyi yang sekaligus memimpin gerakan dari para penari lainnya.

Baca Juga:  Peristiwa Rengasdengklok

Ada juga sedikit perbedaan dari kedua tarian ini, yaitu tari Seudati memiliki makna dan kekhasansendiri yang memakai tepukan dada, sedangkan jika tarian ini hanya memakai tepukan paha dan bukan bukan tepukan dada.

Gerakan tari Laweut yaitu, para penari dari sebelah kiri atas dan juga dari sebelah kanan atas berjalan menggunakan gerakan barisan yang memasuki pentas. Para penari juga menciptakan komposisi berbanjar satu yang menghadap penonton.

Setelahnya para penari memberikan salam hormat, dengan mengangkat kedua tangan setinggi dada. Setelah itu, para penari mulai memainkan gerakan-gerakan tarian.

Tari yang berasal dari Aceh ini, juga sering dipertunjukan pada acara-acara tertentu, seperti acara pernikahan, acara penyambutan, dan sebagainya.

Pola Lantai Tari Laweut Aceh

Dalam tari Laweut terdapat pola-pola lantai. Tarian ini memiliki pola yang persis dengan pola-pola pada tari Seudati. Pola tersebut yaitu bersaaf (berbanjar), kemudian ada pha-rangkang (segi empat), dan juga ada glong (Melingkar).

Nah, dalam tari Laweut juga ada beberapa tahapan, yakni saleum, yang memiliki makna lantunan syair salam. Saleum ini yang mulai adalah syeh, kemudian dilantunkan atau dinyanyikan secara bersamaan. Setelah itu, disambut lagi suara syeh dan juga ada aneuk laweut.

Perbedaannya dengan tarian Saman yaitu, tari Saman memiliki syair yang dimulai oleh syeh, kemudian diikuti oleh penari lainnya. Setelah syeh menyair, kemudian disambut oleh aneuk laweut sambil berpantun.

Likok yaitu lantunan syair-syair yang berisi tentang kisah ataupun peristiwa yang pernah terjadi pada masa lampau. Kisah itu memiliki artian, syair yang berisikan tentang hikmah yang dapat dipelajari, dari kisah-kisah maupun peristiwa yang terjadi.  

Dalam likok, terkadang ada juga disisipi dengan pesan-pesan yang ada pada pemerintah. Lanie atau ekstra memiliki arti syair bebas yang sifatnya hiburan. Lanie atau ekstra ini juga memegang peranan penting dalam tarian ini.

Baca Juga:  Potensi Ekonomi Maritim Indonesia Yang Sering Dilupakan

Properti Tari Laweut Aceh

1. Musik

Berbeda dengan tari tradisional lainnya, tari Laweut ini tidak menggunakan musik sama sekali sebagai iringannya. Tetapi, para penari sendiri yang membuat musik ataupun syair-syair saat menari.

Musik-musik yang ada dalam tarian ini yaitu hanya menyerupai tepukan dada dan juga hanya sopan santun atau petikan jari, tepukan tangan, hentakan kaki, dan juga ada vokal syahi yang menyanyikan syair-syair dalam tarian ini.

Dalam pertunjukan tari Laweut, banyak syair-syair yang dilantunkan yang memiliki makna  tentang keimanan, kehidupan, tentang sosialisasi, dan lain-lain.

Hal inilah yang menjadi ciri khas dan juga seni kebudayaan yang berada di  Aceh, terutama tarian-tariannya yang mengandung unsur agama Islam yang sangat kental.

2. Kostum atau Busana

Kostum atau busana yang digunakan oleh para penari Laweut, yaitu pakaian tradisional khas Aceh. Pakaian ini  tidak ada yang kurang dan dilengkapi dengan sarung songket tenun khas dari  Aceh yang melingkar dipinggang.

Sedangkan pada bagian kepalanya,  para penari perempuan menggunakan kerudung yang akan menyembunyikan rambutnya. Dengan begitu, tarian ini akan memiliki makna tersendiri dan juga terlihat sangat sopan dari segi pakaian.

***

Itulah berbagai keunikan dan ciri khas dari tarian Lawut Aceh. Selain tarian ini, Aceh juga memiliki banyak sekali keragaman budaya dan kesenian yang bisa kamu telusuri. Dan jangan heran, kebudayaan Aceh banyak diwarnai dengan nuansa Islami.

Dikutip dari situs gasbanter.com, kebudayaan Aceh telah banyak diwarnai oleh nuansa Islam sebagai agama yang telah banyak berperan dalam sejarah Aceh. Namun meskipun begitu, seluruh warna dalam tradisi masyarakat Aceh justru memberikan ciri khas tersendiri yang menarik untuk ditelusuri.

Jika kamu tertarik dengan seni tari tradisional, kamu bisa coba untuk belajar tari Laweut Aceh. Karena tari ini sudah langka, jadi alangkah baiknya jika kita juga ikut melestarikan tarian ini. Ketika ikut melestarikannya, bukankah kamu ikut serta menjaga informasi penting untuk anak cucu kelak?

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *