Si Pitung dan Batu Kuwung

Si Pitung dan Batu Kuwung

Posted on

Kisahsejarah.id – Banyak cerita-cerita yang dapat di ceritakan kepada anak-anak agar anak dapat mengambil pembelajaran dari setiap apa yang di ceritakan. Maka pada kesempatan saat ini penulis akan bercerita tentang salah satu cerita yang bagus untuk di ceritakan yaitu Si Pitung dan Batu Kuwung

BATU KUWUNG

Pada zaman dahulu kala di suatu daerah ada seorang yang sangat kaya raya. Akan tetapi orang tersebut walaupun kaya mempunyai sifat yang buruk, sombong dan pelit. Maka dari itu karna perilakunya yang tidak baik tersebut itu banyak masarakat desa yang tidak menyukainya.

Pada suatu ketika ada seorang pengemis yang mempunyai kaki pincang meminta makanan kepada orang kaya tersebut. Akan tetapi karna sifat buruk orang kaya tersebut bukanya memberi justru mencaci sambil mendorongnya ” Pergi sana, kau kira harta saya punya nenek moyang kamu, tinggal minta-minta saja”. – Cerita Rakyat Si pitung dan Batu Kuwung

Karena perlakuanya pengemis itu pun marah ” Sungguh manusia yang sombong, kau akan tau balasan yang akan kau dapatkan karna perbuatanmu ini” Ucap pengemis itu dengan nada marah dan sambil pergi.

Baca Juga : Misteri Menara Saidah

Kemudian setealah keesokan harinya orang yang kaya tersebut bangun dari tempat tidurnya akan tetepi entah kenapa kedua kakinya tidak dapat di gerakan. Orang kaya tersebut kemudian merasa panik dan akhirnya menyerahkan semua pengawalnya untuk mencari tabib yang terbaik.

Semua tabib sudah mencobanya untuk menyembuhkanya akan tetapi tidak ada seorang pum yang dapat menyembuhkanya. Hal itu membuat orang kaya tersebut semakin panik. Sehingga orang kaya tersebut membuat janji yang barang siapa yang mampu menyembuhkan maka akan mendapatkan setengah dari hartanya.

Mendenger hal itu pengemis yang berkaki pincang yang pernah dia caci datang menghadap belia dan berkata” Kau tau apa yang menyebabkan kaki mu lumpuh tuan ?

Musibah yang kau alami merupakan akibat dari apa yang kamu lakukan karena sifat sombong dan kikir yang kau punya. Jika kau ingin sembuh pertama kau harus memiliki sifat pemurah dan rendah hati. Yang kedua kau bertapa di atas batu cekung selama tuju hari tuju malam. Dan yang terakhir kau harus memenuhi janjimu kepadaku.

Baca Juga : Misteri Alas Roban

Setelah mendengar apa yang pengemis itu lakukan orang kaya tersebut segera bergegas bertapa di batu cekung itu dengan bantuan para pengawalnya. Pada hari terakhirnya bertapa hari ketuju keajaiban pun datang karena keluar air mancur yang hangat di pusat batu cekung.

Kemudian beliau mandi dan berendam dengan air tersebut. Dan akhirnya kakiknya pun dapat di gerakan. Setelah beliau merasa cukup dan merasa kakinya sembuh orang kaya tersebutpun akhirnya pulang. Dan setelah kejadian itupun beliaupun memenuhi janjinya.

Janji yang pernah di ucapkan yaitu membagikan – bagikan separo hartanya kepada orang miskin di sekitarnya. Setelah kejadian itu membuat orang yang sombong itu berubah menjadi lebih baik. Dan ketika ada pengemis yang datang beliau tidadk mengusirnya tetapi memberikan uang dan makan.

Bahkan beliau memilih menikahi seorang putri dari seorang petani yang miskin. Semua yang orang kaya itu lalui benar-benar membuat dia berubah, menjadi seseorang yang suka menolong. Sehingga ketika dulu banyak orang yang mencacinya sekarang banyak orang yang menyukainya karna kebaikannya.

Bahkan itu semua membuat beliau lebih kaya dan perdaganganpun semakin lancar. Sehingga masarakat setempat menyebut dengan istilah cekung dengan kuwung. Cerita Rakyat Si pitung dan Batu Kuwung

Legenda Pedang Naga Puspa


SI PITUNG JAGOAN BETAWI

Si pitung merupakan seorang pemuda yang rajin beribadah dan berperilaku baik. Si pitung merupakan anak yang berasal dari Rawa Belong. Si pitung tak hanya pintar mengaji akan tetapi dia juga belajar silat dengan Haji Naipin.

Seirirng dengan berjalnnya waktu kini Si pitung menjadi seseroang sosok dewasa yang gagah perkasa dan juga pemberani yang mempunyai bekal agama yang kuat juga ilmu silat.

Sehingga pada saat itu penjajah yang sedang menjajah indonesia dalam mengambil kekayaan alam bangsa indonesia Si pitung tidak tinggal diam. Melihat tenaga rakyat yang diperas dan sudah tak terhitung korbanya bahkan penderitaan dan kelaparaan yang ia lihat. Sehingga membuat Si pitung merasa iba dengan semua ini.

Si pitung bersama dengan Rais dan Jii melakukan perampokan ke rumah tuan Tauke dan tuan tanah yang kaya raya. Kemudian hasil rampokanya tersebut di bagikan kepada rakyat miskin. Akan tetapi lama kelamaan apa yang di lakukakn Si pitung akhirnya membuat penjajah merasa resah.

Para Kompenipun merasa resah sehingga mencari tau tentang Si pitung dengan berebagai cara dan memberikan hadian jika mendapatkan informasinya tapi akan menggunkana kekerasanya jika tidak mau membagikan informasi.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Kehidupan nyata

Dan pada akhirnya Kompeni mendapatkan informasi tentang Si pitung. Kelebihan yang ia miliki merupakan kelemahanya. Selama ini yang menjadi motivasi dan sumber kekuatanya adalah keluarganya, sehingga Kompeni menyandara orang tuanya dan Haji Napin.

Kedua orang tuanya dan Haji Napin di sandra dan di siksa sehingga Si pitung keluar dari persembunyianya karna melihat orang yang di sayanginya di siksa. Dan rahasia tentang kelemahan ilmu silatnya di ketahui oleh kompeni.

Sehingga pada suatu ketika Si pitung dapa di temukan keberadaanya. Karena Kompeni telah mengertahui kelemahanya maka Si pitung dapat di kalahkan dengan melempari telur-telur busuk dan di tembak berkali-kali. Dan akhirnya Si pitung pembela rakyat menghembuskan nafas terakhirnya.

Baca Juga : 
Misteri Saranjana
Misteri Jembatan Ancol
Sejarah Lawang Sewu