Kisah Perjalanan Salman al Farisi

Salman Al Farisi

Posted on

Kisahsejarah.id Salman Al Farisi merupakan sahabat Nabi Muhamad yang belum banyak di ketahui kisah tentang perjalananya masuk islam oleh banyak orang. Dan pada kesempatan saat ini kami akan membahas tentang perjalanan Salman Al Farisi.

Kisah Perjalanan Salman Al Farisi

Nama Lengkap Salman Al Farisi yaitu Mabah bin Budzkhasyan bin Mouslin bin Bahbudzan bin Fairuz bin Shark Al-Isfahani. Akan tetapi banyak yang mengenal beliau dengan sebutan nama Salman Al Farisi. Dan beliau di panggil dengan nama Abu Abdillah dengan gelar yang di berikan yaitu Salman Al-Khair.

Salman merupakan sahabat yang di kenal dengan ide-ide yang brilian yang di milikinya, dan beliau juga memiliki tubuh yang kuat dan beliau juga pandai dalam ilmu-ilmu syariat. Salman yang berasal dari desa Jiayyun di Isfahandi Persia. Beliau pernah menjadi penjaga api kuli di tempat pemujaan orang-orang Persia.

Baca Juga : Kisah Perang Nabi Muhammad SAW

Salman dengan sengaja meninggalkan kampung halamanya untuk mencari kebenaran tentang keyakinannya. Dan berkat kegigihannya peerjuangnya membuahkan hidayah Allah yang mempertemukan beliau dengan Nabi Muhammad SAW, di kota Madinah.

Masuk Islamnya Salman

Salman memeluka agama Nasrani sebelum masuk Islam, Karena beliau tertarik dengan cara sembahyang orang Nasrani. ” Agama Nasrani lebih baik dari agama yang Salman peluk sebelumnya” ucap Salman. Dan Salman bertanya kepada orang di gereja “darimana agama ini berasal?” dan mereka menjawab” dari Syam”

Setelah ayahnya mengirimkan seseorang untuk mencarinya akhirnya Salman pulang. Dan Salman menceritakan apa yang di alami dan beliau merasa tertarik dengan agama nasrani. Namun sang ayah tetap menyatakan bahwa agama Majusi tetap agama nenek moyangnya yang lebih baik Nasrani.

Namun Salman masih tetap dengan pendiriannya bahwa Nasrani agama yang terbaik. Sehingga sang ayahpun marah dan akhirnya Salman di ancam dan di rantai kedua kakinya oleh sang ayah serta si penjarakan di rumahnya.

Baca Juga : Kitab Allah Yang Wajib Diketahui

Namun Salman tidak menyerah salman tetap kekeh dan melanjutkan pencarianya tentang kebenarannya, Dengan mengirimkan surat ke kaum Nasrani dan meminta agar memberikan kabar kalau ada pedagang Nasrani yang datang ke Syam.

Dan Salman berusaha melepaskan rantai kakinya setelah dapat kabar bahwa ada rombongan pedagang yang datang ke Syam. Dan Salman bertanya siapa orang yang paling alim di antara golongan mereka, dan kemudian Salman mendatangi pendeta tersebut.

Akan tetapi Salman menemukan sesuatu yang janggal terhadap perdeta itu. Bahwa pendeta itu memrintahkan kaumnya untuk membayar sedekah akan tetapi sedekah itu hanya di simpan untuk dirinya sendiri dan tidak di bagikan oleh orang miskin.

Setelah sang pendeta meninggal Salman menceritakan kepada kaumnya tentang pendeta tersebut. Bahwa pendeta tersebut telah menyimpan sedekah yang telah mereka berikan dan menunjukan 7 guci emas dan perak yang telah di simpanya. Sehingga membuat kaumnya marah dan membuat mereka enggan menguburkanya dan mencaci makinya.

Sebelum pendeta tersebut meninggal, Salman telah bertanya kepada pendeta tersebut siapa pendeta tersebut meninggal siapa yang akan di ikutinya. Sang pendeta menunjukan seorang laki-laki di Musil di Iraq. Dan Salmanpun mendatanginya dan mengikuti ajaranya seperti pendeta sebelumnya.

Baca Juga : Kisah Nusaibah Binti Ka’ab

Dan ketika sebelum ajal sang pendeta tiba Salman pun meminta wasiat kepada sang pendeta bahwa siapa yang akan aku ikuti ketika pendeta itu meninggal. Dan pendeta itu memeberi tau seorang laki-laki di Nasibin yang berada si atara Musil dan Syam, dengan nama Fulan bin Fulan.

Namun hal yang samapu terjadi seorang pendeta yang di ikutipun meninggal setelah salman bersama mengikutinya. Dan hal yang sama Salman meminta wasiat. Dan pendeta itu mewasiatkan Salman mengikuti seseorang Amuriyah yang berada di wilayah TImur Kekaisaran Romawi.

Dan Salman pun mengikutinya dan tak lama Salman mengikutinya ajal Amuriya pun tiba dan sebelum tiba meminta wasiat kepadanya. Akan tetapi kali ini jawabanya pun berbeda.

” Anakku, saya memang tak mengenal seorang pun yang berpegang pada perkara agama yang sama dengan kita. Namun suatu saat nanti akan ada Nabi yang akan datang di kehidupanmu, Nabi itu bersama dengan agama Ibrahim.

Suatu hari, beberapa pedagang dari Bani Kalb melewatinya. Salman lantas meminta mereka untuk membawanya ke negeri Arab dan sebagai gantinya ia akan memberikan sapi-sapi dan kambing yang dimilikinya. Sebelum sampai Salman di jual ke pada pihak Yahudi.

Dan kemudian Salman di bawa ke Madinah. Pada saat Salman berda di atas pohon kurma sedang melakukan pekerjaannya. Tiba-tiba sepupunya datang ke pada majikannya dan mengatakan bahwa “Celakah Bani Qillah ada 16 laki-laki yang datang dari Mekah mengatkan bahwa salah satu dari mereka seorang Nabi”.

Baca juga : Peninggalan Kerajaan Islam

Mendengar hal itu Salman bergetar hebat sampai dia merasa takut jika dia akan menjatuhhi majikanya itu, sehingga dia turun sambil bertanya ” Apa benar dengan apa yang kau katakan itu?”. Sehingga hal ini membuat majikanya marah “Apa masalahmu kenapa kau tanya hal ini, sekarang pergi dan lanjutkan pekerjaanmu”.

Malam harinya Salman menemui Rosulluloh dan membawakan hadiah dan memberikan kepada Rosullulah akan tetapi Nabi menawarkan kepada sahabatnya. Akan tetapi Nabi sendiri tidak memakanya. Sehingga Salman yakin bahwa beliau merupakan Nabi yang di cari.

Kemudian keesokan harinya Salman datang menemui Rosulloh dan membawakan hadiah. ” Nabi ketika saya kemarin membawakan engkau sedekah engkau tidak memankanya dan sekarang saya membawakan hadiah untukmu Nabi”. Akhirnya beliau memakan dan menyuruh teman-temannya untuk memakannya juga.

Kemudian keesok harinya Salman datang ke Baqi’ul salman menyapa rosulluloh dengan sapaan “Assalamu’alaikum” pada saat Nabi sedang menhadiri pemakaman sahabanya. Dan Salman melihat stempel nabi yang berada di punggung Nabi.

Nabi mengetahui bahwa Salman tengah mencari bukti sesuatu kepadanya. Sehingga nabi melepaskan kain dari punggungnya dan Salman melihatnya dan berkata” Saya mengenalnya, sehingga Salman mencium dan mannagis sambil membungkuk.

Dan rosulluh menyuruhkku untuk berbalik dan bicara kepadanya. Dan Salman menceritakan semuanya ( Rosulluloh menyukainya dengan kisahnya sehingga Salman di minta untuk menceritakan kepada para sahabatnya.

Pada saat itu Salman yang masih menjadi budak sehingga Salman tidak ikut berperang melawan kaum kafir Arab. Dan Salman di minta membuat perjanjiang dengan majikannya agar di bebaskan dari status budak.

Hal ini Salman di minta untuk membayar majikannya 40 ukiyah emas dan menanam pohon kurma sebnayak 300 pohon yang baru. Dan nabi memberikan emua itu. Sejak itu Salman menjadi sahabat dekat Rosulluloh.

Ikut perang Khandaq (parit)

Setelah terbebas dan menjadi sahabat Rosulluloh Salman ikut pertama kalinya mengikuti perang yaitu perang pertamanya Perang Khandaq. Setelah bebas Salman al Farisi tidak pernah absen untuk membantu Rosululuh dalam perang selanjutnya.

Dalam perang Khadaq salman memberikan saran agar strategi perangnya untuk mengali parit sesuai dengan pengalaman perangnya yang pernah dia lakukakan di persia. Dan orang-orang merasa takjub dengan usulan yang Salman berikan dalam berperang Khadaq ini.

Baca Juga : Kerajaan Islam di indonesia

Menjadi Gubernur Kufah

Pada masa ke kahlifahan Umar bin Khatab salama di angkat menjadi Gubernur Kufah. Dan mendengar hal itu penduduk Kufah berbondong-bondong untuk menyambut kedatangganya.

Penduduk Kufah berfikir bahwa Gubernur itu akan di iringi dengan rombongan besar pasukannya. Akan tetapi Salman datang seorang diri dengan hanya memegang tulang berdaging yang di gigitnya sedikit sedikit.

Pada suatu ketika Salman bertemu dengan seorang pedagang yang baru pulang berniaga dan membawa kurma dan buah tin. Dan pedagang itu menyuruh Salman untuk membantu mengangkat kurma dan buah tin tersebut.

Setelah pedagang itu mengetahui bahwa seeseorang yang beliau suruh membantunya adalah seorang Gubernur. Pedagang itu lalu meminta maaf atas kelakuaknya yang telah menyuruh membantunya. Akan tetapi Salman al Farisi tetap membakanya Sampai ke tempat Tujuanya.

Kisah anak sholeh yang mengendong ibunya

Pada sutu hari Salam mengendong ibunya yang sedang sakit yang tidak dapat berjalan. Salaman mengendongnya dari Madinah menuju kota mekah untuk melaksanakan ibdah Haji.

Teriknya matahati dan dinginya malam dan beratnya gendongan ibunya tak lagi di rasakan Salman untuk mengantarkan ibunya untuk ke rumah tuhannya.

Di perjalana Salman bahagia karena bertemu rosululoh dan Salman bertanya kepada Rosululoh ” Wahai Nabi, Apakah saya telah berbakti kepada orang tua saya, saya telah mengendongnya dari Madinah sampai ke kota Mekkah untuk melakukan ibadah.

Kemudian rosul menjawab sambil menangis tersedu sedu ” Wahai saudaraku Salman kau sungguh anak yang berbakti, dan benar benar anak sholeh. Tapi maaf sahabatku apapun yang kau lakukan di dunia ini untuk menyenangkanya tidak akan bisa membalas jasa mereka yang telah membesarkanmu ( Sambil menangis tersedu-sedu).

Kisah cinta Salman al Farisi

Pada suatu hari Salman al Ferisi ingin menjadikan Dien sebagai istrinya. Karena sebenernya Salman selama ini diam-diam menyukainya yaitu seorang wanita yang sholehah yang merupakan seorang kalangan Anshar.

Namun Salman selama ini tak berani melamarnya karena ia merupakan seorang imigran, sehingga membuat Salman merasa asing dengan tempat tinggalnya di Madinah.

Akhirnya Salman mendatangi Abu Darda’ yang merupakan penduduk asli Madinah. Salman meminta kepada Abu Darda’ untuk menemaninya menghitbah wanita yang dia impikan selama ini.

“Maaf kang Abu Darda’, aku membutuhkan bantuanmu, apakah kau bersedia membantuku?” tanya Salman

“Apa yang terjadi denganmu, Kang Salman kau kan sahabatku? Tentu saja aku akan menolongmu jika memang aku mampu dan bisa membantumu,” jawab Abu Darda’.

Baca Juga : Kesultanan Aceh

” Aku ingin menikahi sesorang Kang, dia merupakan salah satu kerabatmu. Aku ingin kau membantuku untuk menyampaikan niatku ini kepada keluarganya.”

Dan Abu Darda’ pun pergi ke rumah wanita tersebut dan menyampaikan kepada orang tuanya keinginan Salman yang ingin menikahinya. Dan menceritakan tentang Salman kepada keluarganya.Namun tidak di sangka tentang jawaban orang tua dari wanita tersebut.

“Mohon maaf, kami tidak bisa menikahkan anak perempuan kami dengan Salman”

“Mengapa demikian? Kang Salman bukankah orang yang baik, Beliau merupakan sahabat nabi yang sudah di akui keilmuannya dan bahkan kesalihanya.”

“Bukan, bukan begitu Nak Abu Durda‘. Kami sudah lama menginkan anak kami di nikahkan dengan orang lain Nak, bukan Salman.” Jawab ayah wanita itu

” Baik, kalo sudah seperti pak, Mohon maaf pak kalo boleh tahu, siapkah orang yang akan di nikahkan dengan anak perempuanmu itu pak?

” Sebenernya kami telah lama berharap untuk menikahkannya dengan sampean, Ya denganmu.

Mendengar hal ini Abu Durda’ merasa antara sedih dan senang dan bingung. Sedih karena tak bisa memenuhi permintaan Salman yang ingin di khitbahkan. Seneng karena akan menikah dengan wanita itu.

Dan kemudian Abu Durda’ datang menemui Salman dan menjelaskan tentang apa yang tadi orang tua wanita itu sampaikan. Dengan berat hati Abu Durda’ menyampaikan hal itu;

“Mohon maaf, Kang.”

“Ada apa kang, kenapa Kang?” sambil menatap heran Abu Durda’

“Begini, Kang. Kemarin aku sudah mendatangi ke wanita yang ingin kau nikahi, namun keluarganya berkehendak lain. Ternyata mereka telah lama menginginkan aku untuk melamarnya. Dan telah berncana untuk menjodohkan anaknya denganku. Sehingga aku sudah menikahinya, kang. Dan sebenarnya aku sungkan kepadamu.

Mendengar hal itu Salman tak marah dan beliau merelakan gadis itu untuknya. Salman menjawab ” Seharusnya aku yang malu, kang. Kenapa aku begitu berani meminang sesorang wanita yang sudah Allah takdirkan untukmu”

Dan mereka pun masih bersahabat setelah kejadian hal itu. Karena mereka memahami bahwa ” Apapun yang di cari bukanlah menjadi miliknya, maka itu sudah Allah tidak mentakdirkan untuknya”.

Bukan hanya itu bahkan Salman menawarkan bantuan untuk pernikahanya. Dan beliau memberikan semua harta bendanya untuk persiapan pernikahan yang akan di lakukan. Tanpa perasaan hati yang terluka bahkan hancur, Dan bahkan Salman menjadi saksi pernikahan mereka berdua.

saya adalah sorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di lampung. Dan saya sedang menuntut ilmu kumputer dan saat ini saya lagi gemar menuntu ilmu terutama di bidang komputer.saya juga ikut bergabung di dalam organisasi organisi seperti Developer Muda, Gerakan Pemuda Sedekah. Dan saat ini saya sedang menyalurkan hobi saya di bidang menulis sekaligus menambah ilmu pengetahuan saya di bidang cerita rakyat dan dongen anak.