Demak-majapahit

Raden Patah

Posted on

Kisahsejarah.id, Pada kesempatan ini penulis akan menulis tentang Kisah Raden Patah. Yang merupakan salah satu tokoh yang mempunyai peran di dalam penyebaran agama islam di indonesia. Semoga bermanfaat dan dapat di jadikan sebagai pembelajaran.

Biografi Raden Patah

Reden Patah Lahir pada tahun 1445 di palembang, ayahnya bernama Brawijaya V (Raden Alit) yang merupakan Raja Majaphit yang terakhir, Nama Ibunya Adalah  Sie Ban Ci adalah putri Syekh Bentong atau di kenal dengan Kyai Bantong beliau merukan Saudagar Kaya di gersik.

Raden Patah mempunyai nama lain yaitu Sultan Syah Alam Akbar Al-Fatah. Selain itu Raden Patah merupakan pendiri Kerajaan Demak yang pertama pada tahun 1500-1518. Di dalam kepemimpinanya beliau mendirikan Masjid Demak yang  kemudian pada akhirnya beliau di makamkan di sana.

Selain itu Raden Patah merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Raden Patah merupakan salah satu dari anak Raja Wilwatika.

Raden-patah

Asal usul Raden Patah

Banyak pendapat yang mengisahkan tentang asal usul berdirinya Kerajaan Demak. Banyak versi yang mengisahkan  tentang hal ini, yaitu;

dalam Kisah Raden Patah banyak Versi Sejarah yang pertama menurut Babad Tanah Jawi, yang menyatakan bahwa Raden Patah merupakan putra dari Brawijaya (raja terakir majapahit) dengan seorang selirnya yang berasal dari Tionghoa.

Akan tetapi melihat ini semua sang permaisuri yang bernama Ratu Dwarawati merasakan cemburu. Sehingga Brawijaya memberikan selirnya itu kepada seorang adipati yang berasal dari Palembang yang bernama Arya Damar.Yang kemudian ketika setelah melahirkan kemudian di nikahi oleh Arya Damar.

Versi yang kedua yaitu menurut Sejarah Banten yang menyatakan bahwa Raden Patah merupakan pendiri kerajaan Demak yang bernama Cu Cu (Gan Eng Wan) yang merupakan putra dari mantan perdana mentri Tiongkok yang pada saat itu pindah ke Jawa Timur.

Selain itu Cu Cu mengabdikan dirinya kepada Majapahit selain itu juga berjasa dalam melawan pemberontakan dengan Arya Dilah yang merupakan bupati Palembang.

Walaupun banyak berbagai versi tentang asal usul Raden Patah akan tetapi merupakan pendiri Demak yang mempunyai hubungan dengan Palembang, Tiongkok, Gresik dan juga Majapahit.

Baca juga : Kisah Kerajaan Demak

Pendirian Demak

Di dalam Babad Tanah Jawi menyatakan bahwa Raden Patah menolak untuk menggantikan Arya Damar yang pada saat itu menjadi adipati Palembang.

Kemudian karena hal itu Raden Patah pergi ke pulau Jawa yang di kemudian di temani oleh Raden Kusen. Pada saar sampai di Jawa mereka belajar dengan Sunan Ampel yang berada di Surabaya. Dan setelah itu Raden Kusen mengadbdikan dirinya ke Majapahit.

Namun Raden Patah pindah ke jawa tengah dengan membuka hutan Glagahwangi yang di jadikan sebuah Pesantren. Pesantren yang Raden Patah pimpin semakin lama semakin maju. Hal ini membuat Brawijaya merasa khawatir jika Raden Patah mempunyai niat untuk memberontak. Kemudian beliau memberikan perintah kepada Raden Kusen yang telah menjadi adipati Terung.

Kemudian Raden Kusen membawa Raden Patah ke Majapahit. Kemudian Brawijaya merasa mengagumi Raden Patah dan kemudian mengakui bahwa Raden Patah sebagai putranya. Kemudian Raden Patah di angkat sebagai bupati dan sedangkan Glagahwangi berubah menjadi Demak dengan ibu kota yang berna,a Bintara.

Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Demak

Konflik Demak dan Majapahit

Tentang konflik yang terjadi antara Demak dan Majapahit pada saat masa Raden Patah banyak di kisahkan dalam berbagai versi. Namun di dalam versi yang ada di dalam naskah Babad dan Serat yaitu yang menyatakan kisahnya Raden Patah.

Kanjeng Syech Sunan Ampel yang melarang Raden Patah untuk melakukan pemberontakan ke pada Majapahit walaupun berbeda agama, selainitu Brawijaya yang tidak lain merupakan ayah dari Raden Patah.

Akan tetapi ketika Sunan Ampel meninggal dunia Raden Patah tetap melakukan penyerangan kepada Majapahit. Dalam hal ini Sunan Giri menjabat sebagai takhta selama 40 hari dengan tujuan agar dapat mengatasi pengaruh agama lama.

Dan ada juga versi lain yang menyatakan tentang konflik yang terjadi antara Demak dan Majapahit pada saat masa Raden Patah yaitu menurut versi buku yang berjudul “Javaansche Geschiedenis” milik Prof.Dr.N.J.Krom dan buku yang berjudul “Gajah Mada” milik Prof.Moh.Yamin yang menyatakan bahwa.

Bukanlah DEmak yang melakukan penyerangan terhadap Majapahit yang terjadi pada masa Prabu Brawijaya V pada saat itu. Namun yang melakukan yaitu Parbu Girindrawardhana yang terjadi pada yahun 1478 M.

Yang kemudian Prabu Girindrawardhan yang menjadikan dirinya sebagai Raja Majapahit yang pada saat itu kemudian mendapatkan gelar debagai Prabu Brawijaya VI.

Namun kemudian kekuasaan yang di miliki oleh Prabu Girindrawardhan tidak berangsur lama. Hal ini terjadi di karenakan pada saat itu patihnya melakukan kudeta dan menjadikan dirinya sendiri sebagai Prabu Brawijaya VII.

Baca Juga : Sunan Ampel

Pemerintahan Kesultanan Demak

Raden Patah mempunyai nama yang berasal dari al-fatah yang mempunyai arti sang pembuka, hal ini di kaenakan Raden Patah merupakan pembuka kerajaan islam yang pertama yang ada di pulau jawa.

Masjid Agung Demak di resmikan pada tahun 1479 yang di jadikan sebagai pusat pemerintahan. Selain itu juga Raden Patah memperkenalkan enggunaan  Salokantara yang di jadikan sebagai undang-undang kerajaan.

Sikap yang di miliki Raden Patah terhadap agama lain  yaitu sikap toleransi. Hal ini di tunjukan dengan Kuil Sam Po Kong yang tidak di paksa untuk di jadikan masjid seperti dahulu pada saat di berikan oleh Laksamana Cheng Ho yang beragama islam.

Hal ini sesuai dengan wasiat yang di dapat dari sang gurunya yaitu Sunan Ampel. Walaupun di dalam naskah yang ada di Babad dan Serat menyatakan bahwa Raden Patah menyerang Majapahit, namun ini di karenakan adanya persaingan politik yang memperebutkan kekuasaan yang ada di pulau Jawa. Bukan karena alasan agama.

Selain Mempunyai Teman Seperguruan Seperti Kanjeng Sunan Bonang, Belaiu Juga Mempunyai Sehabat yang sama sama belajar ilmu agama di pesantren Sunan Ampel yaitu Sunan Giri, Sunan Giri merupakan Anak Sunan Maulana Ishaq Saudara Kandung Kajeng Syech Maulana Malik Ibrahim Ayahanda Sunan Ampel Sendiri.

Baca juga : Sunan Ngudung

Keturunan Raden Patah

Dalam Kisah Raden Patah Beliau mempunyai 3 orang istri dengan di karunia anak, istri-istri Raden Patah yaitu sebagai berikut;

  • Istri yang pertama bernama Malokha (putri Sunan Ampel) di dalam pernikahanya mendapatkan anak yang Raden Surya dikenal juga dengan nama Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor dan anak yang kedua bernama Raden Trenggono
  • Istri yang kedua Raden Patah yaitu Putri Randu Sanga yang di dalam pernikahanya mendapatkan seorang putra yang bernama Raden Kenduruwan.
  • Istri Radeh Patah yang ketiga yaitu yang bernama Putri Dipati Jipang yang di dalam pernikahnya mendapatkan du orang anak yang bernama Raden Kikin atau Pangeran Sekar Seda Ing Lapen dan anak yang ke dua bernama Ratu Mas Nyawa.