Peninggalan Kerajaan Demak
Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan Kerajaan Demak

Posted on

Kisahsejarah.id – Ada banyak sekali peinggalan-peninggalan kerajaan demak namun yang sangat terkenal dan masih tersimpan rapi dan terwat sampai sekarang adalah sebagai berikut:

Pintu Bledek

Peninggalan yang sangat terkenal ceritanya adalah. Ki Ageng Selo adalah Orang yang membuat pintu bledek atau pintu petir,pintu yang terpasang di masjid Demak.pintu bledek tersebut di buat pada tahun 1466 Masehi. Dari kisah yang beredar dengan kesaktian supranatural atau kewaliannya Ki Ageng Selo menangkap Petir yang sedang menyambar-nyambar ketika beliau sedang mencakul di sawah.

Kemudian pada masa pembuatan masjid agung di demak, beliau membawa petir tersebut yang sudah berbentuk pintu dan di pasang di pintu depan masjid Demak.

Baca Juga : Kesultanan Banten

Masjid agung Demak

Selanjutnya adalah Masjid Agung yang didirikan pada tahun 1479 Masehi yang kini sudah berdiri kurang lebih 6 Abad dan sangat kokoh di karenakan sudah di lakukan beberapa renovasi.

Masjig agung demak ini juga bukan hanya sekedar peninggalan kerajaan demak tetapi sebagai pusat perkembangan agama islam. Masjid ini juga asal mula lahir pemikiran kehadiran Demak Bintoro. Dan secara goegrafis masjid demak terletak di desa Kauman, Kec. Demak Kota, Kab. demak, Jawa Tengah.

Masjid ini memiliki luas 31×31 meter persegi,yang bagai sisi masjid juga berdiri serambi berukuran 31×15 dengan panjang 35×3 meter. Serambi ini di sangga dengan 128 soko di antaranya ada 4 soko sebagai soko Guru. yang sangat terkenal hingga sekarang.

Soko Guru (Soko Tatal)

Soko Tatal atau lebih di kenal dengan Soko Guru ini merupakan tiang yang matrealnya terbuat dari kayu dengan ukuran 1 meter dan jumlahnya ada 4 tiang.sedangkan soko guru ini di buat oleh Kanjeng Sunan Kalijogo. Dan pada waktu itu soko guru baru jadi 3, sedang masjid sudahberdiri sehingga dengan karomah kewalian beliau sunan kalijogo bembuat 1 tiang lagi dari sisa- sisa tatal kayu dan kulitnya. sehingga sangat selain soko guru juga di kenal soko tatal.

Baca Juga : Gerakan 30 September

Kentongan Dan Beduk

Menurut cerita rajyat yang berkembang sampai sekarang ada peninggalan kerajaan demak adalah Kentongan dan Beduk yang dulunya berfungsi sebagai saran untuk mengumpulkan Masyarakat sekitar demak untuk melaksanakan sholat lima waktu.

Baca Juga : Kerajaan Pajajaran

Kolam Wudhu

Di halaman Masjid ada kolam wudhu yang dulunya konon di gunakan untuk berwudhu para santri dan musyafir yang akan malaksanakan ibadah Sholat, Namun sekarang kolam wudhu ini sudah tidak lagi di buat untuk wudhu, karena tempat bersuci sudah di buatkan tempat di sisi Masjid.

Maksuroh

Ukiran Kaligrafi atau di sebut juga Maksuroh yang terukir di dinding masjid demak, Maksuroh ini di ukir pada saat kerajaan di pimpin oleh Aryo Panangsang pada tahun 1866 dan kali grafi ini menjelaskan tentang keesaan allah SWT.

Piring Cempa

Ada 65 buah Piring Porselen atau lebih di kenal juga dengan sebutan Piring Cempa yang sampai saat ini masih terpasang di dinding masjid demak. piring – piring ini adalah hadiah dari putri Cempa atau ibu kandung Raden Patah, Pendiri kersajaan MAJAPAHIT.

Serambi Majapahit

Di masjid agung Demak ada serambi yang sangat indah, arsitek yang unik dan antik memiliki sejarah didalamnya. Dari kisah masyarakat yang beredar serambi majapahit ini memiliki 8 buah tiang pendopo yang di kirim dari kerajaan Majapahit. yang di bawa oleh Adipati Unus setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit

Baca Juga : Kerajaan Pajang

Mihrab

Mihrab adalah tempat pengimaman di masjid demak dan juga merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Demak yang ada di dalamnya termasuk terdapat gambar seperti hewan bulus pada prasasti Condro Sengkolo.

Dampar Kencono

Merupakan peninggalan Majapahit adalah Dampar Kencono yang di berikan oleh prabu Brawijaya kepada Raden Patah yang pada waktu itu merupakan raja, Raja pertama Kerajaan Demak, Dan para ahli sejarah mengatakan akan tiba masanya kalau kerajaan Majapahit akan banyak yang memeluk islam.

Baca Juga : Kerajaan Majapahit

Pewastren

Kerajaan Demak sangat di setujui jika kepercayaan islam sudah maju. Dan jamaah sholat lima waktu juda sudah di laksanakan dan tempat sholat wanita di namakan Pawastren. Bangunan ini terdiri dari 8 tiang dengan 4 penyangga dan di topang dengan blandar persegi susu tiga.

Demikian ringkasan peninggalan-peninggalan kerajaan demak yang masih sampai sekarang, Dan semoga bermanfaat, aamiin…