Nusaibah Binti Ka'ab

Kisah Nusaibah Binti Ka’ab

Posted on

KisahSejarah.id, kali ini saya akan mencoba menulis sekelumit kisah tentang Nusaibah Binti Ka’ab wanita yang sangat pemberani bahkan pada saat ini beliau salah satu pemimpin pasukan wanita ketika sepeninggalnya nabi muhammad SAW melawan kau muslimin yang sudah murtad.

Beliau juga ikut penjadi tantara jihad dan berperang melawan kaun kafir di perang Uhud ini dia Seorang Wanita Perisai Rasulullah ﷺ yaitu Nusaibah binti Ka’ab atau juga di kenal dengan nama “Ummu imaroh atau Ummu Umaroh

Biografi

Wanita prisai Rasulullah ini bernama Nusaibah binti Ka’ab bin Amru bin Auf bin Mabdzul al-Anshaiyah. beliau dari kaum Anshor dan Ia adalah seorang wanita dari golongan atau Bani Mazin an-Najar. dan beliau dilahirkan di Arab Saudi tepatnya di Kota Madinah.

Nusaibah binti Ka’ab adalah saudara perempuan dari Abdullah bin K’ab, dan mempunyai 2 orang putra yaitu Abdullah dan Habib bin Zayd al-Ansari Zayd al-Ansari

Latar Belakang

Pada masa peperangan di jaman nabi muhammad SAW, tidak semua di kaum pria saja tetapi ada juga dari kalangan kaum pria, bahkan puluhan atau mungkin juga ratusan wanita yang ikut bertempur melawan kaum kafirin pada saat itu, salah satunya adalah Nusaibah binti Ka’ab

Ummu umaroh bernama lengkap Nusaibah binti Ka’ab Al Anshariyah karna kehabatan dan kegigihannya dalam bertempur untuk membela tantara islam, beliau berdiri di barisan depan melawan kaum kafir Quraisy yang pada saat itu jumlah tantara kaum Quraisy sangatlah banyak di bandingkan dengan kaum mislimin.

Wanita Pejuang ini ( Nusaibah binti Ka’ab ) merupakan Gologan Anshor yang masuk kedalam agama islam dan mengikuti jejak Rosulullah SAW, bersama suami dan kedua anaknya, Suami Nusaibah bernama Ghazyah bin Amru Al Mazini An Najari.

Dari beberapa Sumber yang kami dapatkan bahwa Ghazyah bin Amru Al Mazini An Najari merupakan suami kedua dari Nusaibah binti ka’ab, setelah suami pertama nusaibah meninggal dunia yaitu ( Zaid bin Ashim Al Mazini An Najjari ) dan Nusaibah memiliki 2 orang anak laki laki dari zaid. yaitu Abdullah ibnu zaid dan Habib ibnu zaid.

Setelah Masuk islam bersama suami (Zaid) dan kedua Anaknya (Abdullah dan Habib) mereka Berbai’at Kepada Rosulullah SAW dalam Bai’at Aqobah II

Sekilas Tentang Bai’at Aqobah

bai'at aqobah

Perang UHUD

Pada saat Perang uhud Nusaibah ikut membantu tantara islam di bagian medis dan logistik bersama para wanita lainnya (muslimah) dan tanpa rasa takut sedikitpun nusaibah maju kedepan untuk membantu para tantara yang sedang terluka atau butuh bantuan air obat obatan serta mengobati para tantara yang sedang terluka.

Sampailah pada suatu ketika pasukan islam termakan oleh perangkap pasukan musuh, karna tidak mengikuti perintah yang sudah di berikan yaitu pasukan panah menuruni gunung atau di beriperintah untuk bertahan di atas gunung.

Sehingga pada saat ini Rosulullah Muhammad SAW di sergap dan di kepung oleh pasukan musuh serta menagkis serangan sendirian, ketika itu Nusaibah binti ka’ab menyaksikan kejadian itu,

Rosulullah di Kepung Musuh

Pada Saat Rosulullah di Kepung Musuh, ummu Umaroh berlari mendekat dan ketika pasukan musuh hendak menghunuskan pedang ke baginda nabi. Ummu umaroh menahan pedang musuh dengan badannya.

karena ummu umaroh belum sempat mengambil pedang, dan tanpa menghiraukan rasa sakit sedikitpun, Begitu Pula setiap kali pedang musuh kena badannya dia melihat Rosulullah, Ketika dia Lihat Rosulullah tidak apa apa dan dia merasa bahagia.

Kemudian tiba tiba ada tombak yang mengarah ke baginda nabi dan dengan sigab juga dia menahan dengan badannya.

Dari beberapa versi cerita mengatakan bahwa Ummu umaroh terluka lebih dari 20 luka, Sejarah Mencatat bahwa Nusaibah Binti ka’ab tidak pernah mengeluh apalagi merintih kesakitan sama sekali.

Rasa Cintanya Kepada Nabi sudah mengalahkan Rasa Sakit Itu sendiri dan akhirnya, karena sudah tidak mampu lagi untuk berjalan maka di siapkan di tandu untuk membawanya pulang perkemahan.

Selain dari Ummu Umaroh diantaranya adalah ukasyah, dari Versi Cerita yang lain, bahwa ukasyah termasuk 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab kemudian abu bakar as sidik dan yang perempuan itu Ummu Umaroh

Nabi Mengunjungi Ummu Umaroh

Pada saat ummu umaroh sedang di rawat atau di jahit luka lukanya pada saat itu Rosulullah khawatir dengan kaadaan ummu umaroh, Lalu beliau mendatangi tenda tempat di rawatnya ummu umaroh, ketika rosulullah mengcapkan salam kepada ummu umaroh dari luar tenda.

Ummu umaroh segera menggunakan sorban untuk menutupi lukanya dan berdiri dengan tegak dan Kuat, Karna dia takut Rosulullah sedih melihat keadaannya yang terluka parah, bahkan darahnya sampai menetes dari belakang sorban penutup kepalanya.

Nusaibah bertanya kepada nabi, Ya Rosulullah bagaimana keaadaan engkau? Nabi Menjawab, Aku Baik Baik saja.

Kemudian Rosulullah Bertanya kepada ummu umaroh, Ya ummu Umaroh apa yang enakau harapkan dari semua pengorbanan ini?
Ummu Umaroh menjawab, Ya rosulullah cuma satu yang saya harapkan, doakanlah saya agar saya bisa menjadi tetanggamu didalam surga.

Pada saat itu Rosulullah SAW menyaksikan betapa beraninya muslimah ini sehingga dia tidak memperdulikan nyawanya sendiri, di bersama anaknya Abdullah ibnu zaid yang saat itu juga ikut bertempur melawan kaum quraisy.

Setelah perang sudah usai Rosulullah mendatangi Nusaibah binti ka’ab lalu beliau memuji keberaniannya. Nabi Muhammad SAW, Rosulullah Saw berkata: “Kedudukan Nusaibah Binti Ka’ab Lebih Baik dari pada Sipulan dan sipulan dan kedudukan suamimu ( Ghaziyyah bin Amr ) Lebih Baik dari pada pulan bin pulan

Sangking kagumnya Rasulullah SAW kepada Nusaibah, Beliau juga Mendoakan Keluarga Nusaibah, Ya Allah jadikanlah mereka orang orang yang akan menemaniku di surga

Lalu Rasulullah Memerintahkan Kepada Anaknya Nusaibah Yaitu Abdullah untuk merawat Ibunya. Semoga Allah Merahmati Kalian Wahai Alul Bait.

Lalu Nabi Berkata kepada Abdullah” Wahai Abdullah (anak Nusaibah) Balutlah luka Luka ibumu dan rawatlah dia”

Dihadapan Rasulullah SAW Nusaibah berkata : Aku Telah Meninggalkan Urusan Duniawiku

Perang Setelah Wafatnya Nabi Muhammad

Tidak hanya sampai disitu, Nusaibah dan kelurganya juga terus berjuang bersama rasullah dan bahkan ikut peperang setelah Meninggalnya Rasullah SAW.

Dan itu adalah hari yang paling mengharukan dan menyedihkan bagi keluarga nusaibah dan keluarga muslimin di dunia, karna kehilangan sosok pepimpin umat yang sangat bijak sana dan sebagai panutan bagi umat islam.

Selain dari Perang uhud, Beliau juga ikut berperang di pertempuran Hunain , peperangan Yamamah dan juga Perjanjian Hudaybia,
Baca Kisahnya di Kisah Perang Nabi Muhammad SAW

Kematian Nusaibah Binti Ka’ab

Di Zaman Abu bakar As Sidik terjadi kericuhan dan peperangan Melawan nabi Palsu yang bernama Musailamah al Kazzab.

Suatu Ketika abdullah bin zaid tertangkap oleh pasukan tantara nabi palsu ini, lalu mereka mengatahui bahwa abdullah adalah anak ummu umaroh lalu mereka memaksa anak ummu umaroh untuk mengakui bahwa dia adalah nabi.

Tetapi anak ummu umaroh tidak mau dan yang keluar di mulutnya cuma lailahailaallah muhammad rosullulah SAW, lalu anak umaroh di potong kecil kecil, karna pengen di uji karena dia adalah anak singa betina yang di juluki singah merah.

Karena musuh penasaran, apakah anaknya ummu umaroh setangguh ibunya? apakah kamu sesabar ibumu? Apakah kamu sekuat ibumu? jika enkau sudah tidak kuat maka bilang saja bahwa aku adalah nabi setelah nabi muhammad.

Anak ummu umaroh tidak mau mengatakan apa apa kecuali lailahailaallah muhammad rosullulah Saw lalu di mulailah Penyiksaan dan pemotongan oleh nabi palsu itu sampai kecil kecil. Lalu potongan itu di kirimkan ke ibunya yaitu Ummu Umaroh.

Perang Melawan Nabi Palsu

Setelah Melihat Jasat anaknya yang di Siksa dan di bunuh, ummu umaroh bersedih lalu meminta izin kepada Abu Bakar As Sidik untuk bisa berjihat lagi melawan pasukan tantara Musailamah al Kazzab.

Dengan Berbagai Pertimbangan lalu abu bakar mengizinkan ummu umaroh bersama tantara islam untuk berperang melawan pasukan musuh dan ummu umaroh berhasil membunuh Musailamah al Kazzab.

Walaupun di dalam perang itu ummu umaroh kehilangan tangan kanannya. Dan sejak usai peperangan itu, ummu umaroh berhenti turun ke medan pertempuran karena lengannya sudah hilang satu.

Didalam beberapa kisah di sebutkan bahwa ummu umaroh tidak mengikuti lagi peperangan sejak saat itu hingga akhir hayatnya. dan beliau Wafat pada tahun 13 Hijriyah

Nah sahabat kisah sejarah itulah sekilas tentang kisah Nusaibah binti ka’ab yang bisa saya tuliskan, mengingat banyaknya versi cerita didalam sejarah dan kisah ummu umaroh. Maka jadilah pembaca yang bijak, dalam menanggapi kisah sejarah dan Fakta. Wallahu A’lam