Nabi Dzulkifli A.S

Kisahsejarah.id – Pada suatu hari raja dari kerjaan Damaskus Beliau dalah Nabi Ilyasa A.S, mengumpulkan rakyatnya dan memberikan pengumuman kepada rakyatnya bahwa sang raja mencari penggantinya di karenakan beliau sudah tua. dan tidak memiliki keturuan. inilah awal kisah Nabi Dzulkifli A.S.

Dan sangraja (Nabi Ilyasa A.S) pun mengajukan persyaratan untuk menjadi raja.

  1. Akan Selalu Sabar (tidak Marah)
  2. Selalu Berpuasa di siang hari
  3. Selalu melaksanakan Solat Malam
  4. Selalu menjadi Raja yang adil dan bijaksana

Kemudian sang raja mengumumkan, siapa saja yang sanggup untuk melaksanakan persyaratan diatas silahkan maju kedepan Raja, Tetapi Tak ada satupun rakyat yang bergeming, Terdengar hanyalah suara bisik bisik dari para rakyat yang hadir.

Dalam Keadaan suasana yang sedang hening, maka majulah seorang pemuda tampan, berbadan tinggi besar dan gagah, Lalu Sang raja menanyakan Siapakah Gerangan Engkau Wahai Anak Muda?

Lalu pemuda ini menjawab, Aku Adalah Dzulkifli bin ayyub A.S, Dengan Izin allah aku siap untuk menggantikan menjadi raja dan sanggup menjalankan syarat yang di berikan.

Akhirnya, Beliau Di angkat menjadi raja, Selain raja beliau juga adalah seorang nabi yang di utus untuk mengajarkan Agama Tauhid kepada masyarakat atau kaum Amoria yang pada saat itu, Sudah sangat memperihatinkan.

Kaum Amoria masih menyembah berhala dan masih suka melakukan maksiat seperti, Mencuri, Judi dan minuman keras. Bahkan mereka tidak segan segan membunuh kaum diatara mereka sendiri.

Diutusnya nabi Zulkifli A.S pada kaum Amoria pada tahun 1500-1425 SM yang selalu mengajarkan kebaikan kepada umat manusia dengan sangat sabar dan kasih sayang. Beliau Diangkat Menjadi Nabi 1460 SM. Beliaulah yang mengajak pada kaum amoria untuk kembali kejalan yang benar, Kembali Menyembah Allah, Melaksanakan Ibadah dan membayar zakat

Mengenai Kesabaran Nabi Dzulkifli A.S ini tertulis dalam Kitab Al-Quran Al-anbiya yang artinya “

” dan Isma’il, Idris, dan Dzulkifli, Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. (Al-Anbiya’: 85) “

Sebagai Raja, Beliau Termasuk raja yang tegas, bijaksana dan Adil, Pernah suatu ketika, Beliau memerintahkan kepada Prajurit untuk menarik Sedekah dari kaum kaumnya, Tetapi Para Prajurit malah di buat babak belur oleh sekelompok Orang yang menentang kerajaan.

keadaan ini menjadi tidak kondusif, karena para penjahat ini sudah mulai meresahkan Rakyat, Mereka Minum minuman dan berjudi secara terang terangan. dan mereka Juga Mengumpulkal Orang Orang Untuk Menggempur Kerjaan Nabi Dzulkifli A.S

Tetapi Nabi Dzulkifli Berdoa kepada allah Semoga allah Menolong Para Prajurit dan Tantaranya di medan pertempuran, Dan Nabi Dzulkifli Memimpin Langsung Pertempuran ini, Dengan Izin Allah Peperang ini di menangkan oleh Pasukan Nabi Dzulkifli. dan Penjahat Sebagian Habis dan sebagian Melarikan Diri.

  • DiGoda Setan
    • Share this:
    • Related posts:

DiGoda Setan

Suatu malam, selesai Sholat Malam nabi dzulkifli kedatangan tamu yang tak di undang, Dia memaksa masuk Kekediaman Nabi, dan dia mengatakan kepada penjaga bahwa urusannya sangat penting.

Petugas tetap tidak mengizinkannya, Karna Nabi baru selesai solat malam, dan Harus Istirahat, karna waktu sudah hampir Fajar. adu mulutpun terjadi antara penjaga dan tamu tadi, Akhirnya mendegar suara Ribut ribut, Nabi Datang Menghampiri.

Lalu Di tanya kepada tamu, Ada apakah gerangan permasalahanmu sehingga engkau mengunjungiku saat malam begini, Lalu Si tamu itu Menjadawab dengan nada mencemooh.

Hai Zulkifli, Lihatlah barang barang mewah yang ada di ruangan ini, sungguh indah, terbuat dari emas, perak, tetapi apakah kau sadar bahwa rakyatmu saat ini dalam kemiskinan, bahkan mereka teraniaya.?

Dan tamu itu terus mengoceh dan mengada ada serta menjelekkan Nabi Dzulkifli A.s, Percuma saja kau zakat, puasa, sholat, kalau rakyatmu menderita. para Penjaga sudah Geram. Tetapi Nabi Zulkifli Tetap Diam Seribu bahasa.

Akhirnya, Waktu sudah masuk subuh, Akhirnya Si tamu tadi buru bura pergi meniggalkan kerajaan, Lalu Penjaga raja, Bertanya kepada Sang Raja?

Wahai Rajaku, Aku Ingin Bertanya? Siapa Sebenarnya orang Itu tadi? Mengapa Engkau Diam Saja?

Nabi Menjawab: Sesungguhnya Orang Tadi adalah Setan yang sengaja mengujiku dan memancingku agar aku marah, sehingga aku tidak kuat untuk melaksakan puasa di siang ini. Tetapi dia tidak berhasil dengan Tipu dayanya, Insyallah dia akan Kecewa.

Related Post