kisah sahabat yang menggumkan

Kisah Sahabat Nabi Yang Mengagumkan

Posted on

KisahSejarah.id, Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sahabat nabi yang mengagumkan karena banyak dari kita yang belum mengetahui kisah itu. Padahal dari kisah sahabat nabi kita bisa banyak mencontoh suri tauladan yang bisa di jadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Abu Hurairah yang di ajarkan ayat Kursi oleh setan

Terdapat suatu kisah pada zaman Rosululah SAW yang di alami oleh sahabat nabi muhamad SAW yaitu Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA). Yang di bahas juga di dalam Shahih Bukhari dan beberapa kitab-kitab lainnya.

Ada suatu kisah sahabat nabi yang bernama Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA), beliau merupakan seorang penjaga gudang zakat yang pada saat bulan Ramadhan. Pada suatu malam saat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) sedang berjaga tiba-tiba datang seorang pencuri yang membawa makanan.

Akan tetapi karena Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) seorang yang pintar dan cerdik orang tersebut tertangkap oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) . Kemudian beliau menangkapnya sambil berakata “Akan aku bawa kamu dan akan aku adukan kamu kepada Rosulluah SAW“.

Baca Juga : Kisah Sahabat Nabi Yang Memotivasi

Kemudian mendengar hal itu orang tersebut meminta maaf agar tidak di bawa ke Rosullulah SAW sambil berkata ” Saya adalah orang miskin, saya memiliki tanggungan keluarga banyak, sehingga membuat saya memiliki banyak tanggungan. Dan hal itu membuat saya membutuhkan banyak makanan”.

Mendengat hal itu Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) merasa iba dan akhirnya orang itu di lepaskan. Walaupun pada dasarnya zakat itu akan di berikan kepada fakir miskin namun bukan dengan cara mencurilah hal itu di lakukan. – Kisah Sahabat Nabi Yang Mengagumkan

Dengan kejadian yang telah terjadi kemudian keesokan harinya Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) memberitahu kejadian yang di alaminya. Kemudian Rosullulah bertanya ” Apa yang di lakukan tawanannmu ya Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) ” Ujar Rosullulah SAW.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) menjawab ” Ya Rosullulah dia mengaku kepada ku bahwa dia orang miskin, dan banyak keluarga yang di tanggung sehingga membuat dia banyak keluarga yang di tanggung, mendengar hal itu aku merasa kasihan, sehingga aku lepaskan”.

“Dia itu telah berbohong” Jawaban Rosullulah sambil memberikan penjelasan bahwa dia akan kembali lagi. Setelah mendengar penjelasan Nabi kemudian Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) memperketat penjelasan. Kemudian pencuri itu datang dan kemudian tertangkap oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA).

Akan tetapi melihat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) mendengar penjelasan itu, akhirnya Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) tergoda dengan karyanya dan ketekukananya dan membebaskan orang itu. Hal yang sama di lakukan mengadu kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga : Kisah Sahabat Nabi Yang Mulia

Dan Rosullulah SAW menjawab dengan jawaban yang sama seperti jawaban pertama bahwa dia hanya pembohong. Mendengar hal itu Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) bertekad akan berjaga dan tidak akan melepaskan kembali.

Kemudian ketika malam pun tiba ” Aku tidak akan melepaskanya lagi” ujar Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA). Tidak lama kemudian bayangan itu datang dan mengambil makanan itu. Dan kemudian dia bertekuk lutut dan sama memohon ampunan kepada Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) agar di lepaskan.

Akan tetapi sudah mempunyai tekat yang kuat akan melaporkan ke Rosullulah SAW. “Kau sudah berjanji dua kali tidak akan datang lagi kesini tapi kenyataanya tidak” ujar Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA).

Pencuri itu memohon agar di lepaskan, akan tetapi Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) sudah tidak percaya lagi. Kemudian Pencuri mengatakan ” Tuan lepaskan saya, jika aku di lepaskan maka akan aku ajarkan kalimat yang sangat berguna” ucap pencuri itu.

Mendengar perkataan pencuri itu, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) merasa penasaran ” Kalimat apa itu yang akan kau kasih tahu kepadaku” tanya Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA).

Pencuri itu berkata “Apabila tuan akan tidur maka, bacalah ayat kursi” Jawab pencuri itu. Deangan membaca ayat kursi tuan akan terjaga dari setan, tidak akan ada setan yang berani mendekati sampai pagi datang”.

Mendengar hal itu Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) melepaskan pencuri itu. Keesok harinya Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) datang menemui Rosullulah SAW dan menceritakan apa yang telah terjadi malam itu.

Baca Juga : Kisah Nabi Yunus A.S dan Kaum Niwana

Kemudian Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) menceritakan dan Rosullulah SAW menjawab ” Apa yang di katakan pencuri semalam itu memang benar adanya, walaupun sebenarnya dia itu tetaplah pendusta” jawab Rosullulah SAW.

Apakah kau tau siapa pencuri yang kau temui itu ya Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) ” Dia adalah Setan” Jawab Rosullulah SAW.

Kisah Sahabat Nabi Yang Sedih karena kebanyakan Harta

Pernah di kisahkan sahabat nabi yang sedih ketika mendpatkan banyak harta. Beliau adalah sahabat Rosullullah SAW yaitu yang pada saat panglima perang yang di pimpin oleh Umar bin Khaththab.

Akan tetapi harta yang di dapat seperti emas, perak, dan lain-lain tidak membuat beliau bangga, justru kekayaan yang di hasilkan pada saat perang membuat ia sedih dan menangis.

Kisah Sahabat Nabi Yang Mengagumkan

Melihat hal ini para sahabatpun merasa heran, karena kesedihan Umar bin Khaththab yang seharusnya dia bahagia. Salah satu sahabat yang merasa heran yaitu Umar bin Khaththab yang terkenal sangat dermawan.

“Mengapa engkau bersedih wahai Umar bin Khaththab? Allah telah memenangkan perang ini dan memberikan kebaikan kepada kaum mukminin dengan kepemimpinan yang telah kau jalankan ” tanya Umar bin Khaththab.

” Bukan, Demi Allah ini bukan kebaikan yang murni”. Kalau ini memang kebaikan yang merupakan puncaknya maka Abu Bakarlah yang lebih berhak atas ini semua. Jawab Umar.

Jika memang ini puncak kebaikan, sudahlah pasti Rasullah SAW yang lebih berhak mendapatkanya. ” Jawab umar sambil tetap menangis”. Beliau juga tidak lupa memuji pasukanya ” Betapa amanahnya pasukan ini dan panglima Sa’ad bin Abi Waqqash” ungkappan Umar.

“Semua ini karena engkau tak pernah menyimpan hasrat kekayaan di dunia ini di hatimu” mungkin saja jika hal itu ada secuil syahwat harta di hatimu. Mungkin pasukan itu akan saling bunuh demi harta itu. Jawab Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib.

Umar bin Khaththab mendaptkan julukan AL-Faruq yang artinya membedakan antara kebaikan dan keburukan. Pemahaman yang beliau tanamkan tentang karunia yang allah telah berikan.

Baca juga : Kisah Ashabul Kahfi

Sahabat Nabi SAW Ini Sempat Menolak Gaji dan Memilih untuk Sedekah

Di kisahkan pada masa saat sahabat bernama Abdullah bin Sa’di yang datang ke Khalifah Umar bin Khatab. Umar ingin menanyakan apakah berita seseorang itu tentang kebenaranya apa yang telah sampai di telinganya.

“Apakah benar jika kau menerima tanggung jawab atas beberapa kepala urusan orang banyak, akan tetapi kau tidak ingin di beri gaji yang telah menjadi hak yang seharunya engkau terima”. Tanya Umar untuk Abdullah.

” Memang benar begitu” Jawab Abdullah“. Apa tujuan kamu menolak gaji yang seharusnya kamu dapatkan itu tuan abdullah”. tanya umar.

Baca Juga : Kisah Singkat Nabi Idris AS

” Saya telah mempunyai beberapa ekor kuda dan hamba sahaya yang telah saya miliki. Dengan apa yang saya miliki, hamba merasa cukup. Dan saya bermakusd untuk memberikan gaji yang saya punya itu untuk sedekah buat kaum muslimin” jawab Abdullah.

” Janganlah seperti itu” Pernah suatu ketika saya pernah di berikan oleh Nabi Muhamad SAW, dan saya mengatakan bahwa ” berikan saja kepada orang yang membutuhkan ya Rosullulah SAW” ujarku.

” Ambillah uang itu, kemudian kamu bisa memberikan kepada kepada orang yang membutuhkan dan menyedekahkan” Jawab Umar. Harta ini memang milikmu yang di berikan kepadamu, dan engkau tidak meminta dan mengharapkanya, maka ambillah. Dan jangan kau ikuti untuk memperolehnya.