Sahabat Nabi Yang Memotivasi

Kisah Sahabat Nabi Yang Memotivasi

Posted on

Kisahsejarah.id, Banyak sahabat-sahabat Nabi yang memotivasi karena perjuangnya dalam berjuang membela Rosululoh SAW yang belum kita ketahui. Maka dari itu pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang kisah sahabat-sahabat nabi yang memotivasi, menginspirasi dalam membersamai perjuang nabi.

Al-Barra’ bin Malik pahlawan perang Tustar

Kisah Al-Barra’bin Malik, merupakan sahabat Nabi, beliau merupakan saudara Anas bin Malik. Al-Barra’bin Malik mempunya postur tubuh yang kerempeng dengan warna kulit legam. Akan tetapi meskipun dengan postur tubuh yang demikian mempunyai jiwa pejuang yang bagus untuk di teladani.

Ketika perang Yamamah yang pada masa Abu Bakkar Ash-Siddiq dan Al-Barra’bin Malik ikut berperang untuk melawan pasukan dari kaum Musailimah Al-Kadzah. Dan Al-Barra’bin Malik mendapat perintah untuk mengetahkan kaum Anshar.

Baca Juga : Salman Al Farisi

Mendengar perintah hal itu Al-Barra’bin Malik kemudian berteriak dengan lantang untuk tidak boleh lagi kembali ke Madinah, Karena tidak akan ada lagi Madinah setelah hari ini hal tersebut di teriak kan untuk kaumnya Ansyar.

Selain itu beliau menyerukan agar selalu mengingat surga. Dengan menghempaskan pedangnya kepada musuh. Hal ini membuat kaum kafir merasa takut karena melihat kaumnya yang telah gugur dalam perang. Sehingga membuat kaum merekan lari dan menuju ke sebuah benteng (Kebun Maut).

Kebun tersebut menjadi tempat perlindungan musuh, dan benteng tersebut merupakan benteng yang memiliki pagar tinggi dan kokoh. Hal ini membuat kaum muslimim merasa kesulitan untuk melakukan penyerangan.

Akan tetapi Al-Barra’bin Malik mempunyai ide untuk melindungi kaumnya dan kaumnya agar melemparkan kedalam benteng musuh. Sambil berseru bahwa ” Beliau siap mati syahid demi membukakan gerbang tersebut untuk kaum nya”.

Sehingga ataa perjuangnya dapat menembus gerbang tersebut. Dan lebih dari 20.000 pasukan kaum kafir yang tewas di dalam perrang tersebut. Yang salah satu nya merupakan panglima dari kaum tersebut yaitu Musailimah.

Akibat dari perang ini Al-Barra’bin Malik harus di rawat karena lukanya itu kurang lebih sebulan sampai lukanya kembali pulih. Dan Al-Barra’bin Malik menginkan mati syahid dalam perang sehingga setelah itu membuat beliau semangat dalam berperang.

Baca Juga : Kisah Perang Nabi Muhammad SAW

Kemudaian terdapat perang Tustar yaitu perang yang melawan Persia. Dan beliau membuat pasukan tersebut mundur dan berlindung di dalam sebuah benteng yang kokoh dan kuat, bahkan kaum Persia menggunakan pengait besi yang panas.

Ketika Anas bin Malik terkena kait tersebut maka Al-Barra’bin Malik berusaha untuk melepaskan kaitannya yang beliau merupakan saudara Al-Barra’bin Malik. Sehingga karena kaitanya sangat panas membuat Al-Barra’bin Malik melepuh tangannya.

Akan tetapi hal itu tidak membuat semangatnya menjadi goyah. Dan akhirnya dalam perang ini Al-Barra’bin Malik gugur dan keinginanya terkabul untuk dapat mati syahid dalam perang dan membuat beliau gugur dengan senyuman bahagia di wajahnya.

Kisah Thalhah bin Ubaidillah RA

Ketika perang Uhud terjadi, banyak para sahabat nabi yang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan rosululoh dalam perang Uhud ini banyak keadanya semakin mendesak.

Salah satu sahabat nabi yang berkorban untuk nabi yaitu Thalhah bin Ubaidillah RA. Beliau rela mempertaruhkan nyawanya untuk melidungi Nabi.

Bahkan beliau ketika berperang kedua tangannya sudah tidak berfungsi. Akan tetapi tetap gigih untuk menjaga Rasullah SAW di dalam perang Uhud tersebut.

Beliau tetap menyangga Rasullah SAW untuk dapat naik di atas bebatuan agar selamat dari pasuksan Qurasy yang telah mengepung Rasullah SAW. Melihat kegigihan Thalhah bin Ubaidillah RA. Rosululoh SAW bersabdah bahwa ” Thalhah bin Ubaidillah RA. di jamin masuk Surga”

Abu Musa Al-Asyari

Abu Musa Al-Asy’ari merupakan sahabat nabi yang sangat memotivasi dalam perjuanganya bersama Rasullah SAW. Abu Musa Al-Asy’ari terkenal memiliki sifat cinta damai, rendah hati, dan juga baik hati. Akan tetapi sifatnya akan berubah menjadi seseorang yang gagah, berani, dan pejuang yang gigih ketika saat berperang.

Bahkan pernah suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ari sedang berperang dengan Rosulullah SAW, suatu keadaan kaki beliau pecah-pecah sehingga membuat kaki tersebut harus di bungkus dengan sobekan kain. Di karenakan kuku jemari terkelupas habis semua.

Baca Juga : Kisah Nusaibah Binti Ka’ab

Suatu ketika juga pernah pasukan Abu Musa Al-Asy’ari pernah akan di bohongi oleh kaum Isfahan. Kaum mereka mengajak perdamaian dan akan membayar Jizyah (hanya tipu daya agar dapat menyerang kaum muslimin).

Akan tetapi Abu Musa Al-Asy’ari menyadari hal itu sehingga kaum Isfahan tidak dapat melakukan hal itu. Sehingga Abu Musa Al-Asy’ari telah menyiapkan cara ketika kaum tersebut menyerangnya.

Dan hal itu membuat pasukan Abu Musa Al-Asy’ari dapat memenangkan perang tersebut. Bahkan pasukan Abu Musa Al-Asy’ari dapat memenangkan perang tersebut tidak sampai setengah hari.

Kisah Heroik Abu Bakar Saat Menemani Rasulullah Hijrah

Abu Bakar As-Shiddiq merupakan panglima yang kuat yang sangat mencintai Rasullah SAW. Pada suatu ketika Rasullah menyampaikan “Perintahkan semua keluargamu untuk hijrah”.

  • Abu Bakar As-Shiddiq ” Mereka semua keluargamu wahar Rasullah”.
  • Rasullah SAW ” Sesungguhnya aku sudah di izinkan untuk hijrah’
  • Abu Bakar As-Shiddiq ” Apakah aku menemanimu?
  • Rasullah SAW ” Iya”.

Kemudian Nabi menunggu malam hari untuk keluar dari rumahnya yang telah terkepung oleh orang Quraisy. Dan kemudian mereka menabur debu di kepalanya, namun mereka tidak menyadarinya. Atas izin Allah mereka tidak terlihat.

Kemudian menjemput Abu Bakar As-Shiddiq , dan Abu Bakar As-Shiddiq menangis haru karena dapat membersamai Hijrah Rasullah SAW. Perjuang yang akan di laluinya di sambut tangis haru oleh Abu Bakar As-Shiddiq .

Sembunyi di Gua Tsur

Dalam perjalanan hijrah ke Madinah, Beliau bersenbunyi di dalam gua Tsur yang terletak di sekitar 7 Km dari Masjidil Haram. Kemudian Rasullah dan Abu Bakar As-Shiddiq bersembunyi di gua tsur untuk menghindari serangan dari kejaran kafir Quraisy.

Ketika berada di mulut gua Abu Bakar As-Shiddiq memasuki gua tersebut lebih dahulu untuk membersihkan gua dan berekata ” Demi Allah, janganlah engkau memasukinya dulu sebelum aku yang memasukinya dulu, agar ketika ada hal yang buruk biarlah aku yang dulu bukan engkau”.

Setelah itu Abu Bakar As-Shiddiq masuk gua untuk membersihkannya. Abu Bakar As-Shiddiq menutup semua lubang-lubang yang ada di gua dengan kainnya agar tidak ada hewan yang akan membahayakan masuk. Akan tetapi ada dua lubang yang tersisa sehingga di tutupi mengunkan ke dua kakinya Abu Bakar As-Shiddiq .

Kemudian Rasullah SAW masuk dan berbaring di pangkuan Abu Bakar As-Shiddiq. Akan tetapi tidak lama kemudian kaki Abu Bakar As-Shiddiq tersengat oleh serangga sekuat tenaga Abu Bakar As-Shiddiq menahan rasa sakit itu agar Rasullah SAW tidak terbangun.

Akan tetapi Abu Bakar As-Shiddiq rasa sakit itu membuat air matanya jatuh dan menetesi wajah Rasullah SAW. Dan hal itu membuat Rasullah terbangun dan bertanya ” Apa yang terjadi dengan Abu Bakar? kenapa kau sampai meneteskan air mata”.

Abu Bakar As-Shiddiq menjawab pertanyaan Rasullah SAW “Aku di gigit sesuatu”. Kemudian setelah itu Rasullah SAW mengobati luka yang terkena habis sengatan tersebut.

Melindungi Nabi dari Teriknya Matahari

Abu Bakar As-Shiddiq dan Rasullah SAW berjalan siang dan malam sepanjang waktu untuk berhijrah. Suatu ketika mereka berada di tempat yang sangat sepi, tidak ada prajurit, matahari pun begitu panas.

Kemudian Abu Bakar As-Shiddiq melihat posisi di sekitaran untuk mencari tempat berteduh. Kemudian ada sebuah batu yang besar yang mempunyai bayangan sehingga merekan memutuskan untuk berteduh.

Kemudaian Abu Bakar As-Shiddiq meratakan tanah dan menghamparkan jubah agar Rasullah SAW dapat beristirahat. Kemudian Rasullah SAW bersitirahat. Abu Bakar As-Shiddiq melihat sekeliling untuk mencari bantuan.

Kemudian ada seorang pengembala kambing. Dan Abu Bakar As-Shiddiq mengampiri pengembala itu.

  • Abu Bakar As-Shiddiq : ” Wahai anak muda, engkau budak siapa?”
  • Pengembala Kambing :” Menyebutkan tuanya yang merupakan kaum Quraisya yang terkena”
  • Abu Bakar As-Shiddiq : ” Apakah kambing -kambing yang kamu bawa memiliki susu?”‘
  • Pengembala kambing : “Iya”
  • Abu Bakar As-Shiddiq :” Apakah kamu bisa memerahkan untukku?”
  • Pengembala kambing : ” Iya:”.

Kemudian pengembala itu memerah susu kambing nya dan memberikan kepada Abu Bakar As-Shiddiq . Dan kemudian di bawalah susu itu kepada Rasullah SAW. Akan tetapi Rasullah SAW masih tertidur dan Abu Bakar As-Shiddiq tidak dapat membangunkannya.

Kemudian Abu Bakar As-Shiddiq menunggu sampai Rasullah terbangun dan meminum susu itu ” Minumlah wahai Rasullah”. Akhirnya Rasullah meminumnya dan Abu Bakar As-Shiddiq merasa seneng dengan hal ini.

Mengawal Rasulullah Selama Perjalanan

Abu Bakar As-Shiddiq dalam menemani Rasullah SAW berhijrah terkadang beliau berjalan di belakang kadang berjalan di depan Rasullah SAW. Hal itu di karenakan Abu Bakar As-Shiddiq tidak rela jika ada bahaya yang menimpa Rasullah SAW lebih dulu.

Hal itu merupakan wujud kecintaanya kepada kekasih allah SWT yaitu Rasullah SAW. Dan Abu Bakar As-Shiddiq akan berjalan di depan Rasullah SAW ketika mengingat pengintaian yang di lakukan oleh musuh.

Dan Abu Bakar As-Shiddiq akan berjalan di belakang Rasullah SAW ketika mengingat penyerangan yang di lakukan oleh pasukan musuh. Abu Bakar As-Shiddiq tak menyukai jikalau bukan beliau yang terkena musibah lebih dulu.

saya adalah sorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di lampung. Dan saya sedang menuntut ilmu kumputer dan saat ini saya lagi gemar menuntu ilmu terutama di bidang komputer.saya juga ikut bergabung di dalam organisasi organisi seperti Developer Muda, Gerakan Pemuda Sedekah. Dan saat ini saya sedang menyalurkan hobi saya di bidang menulis sekaligus menambah ilmu pengetahuan saya di bidang cerita rakyat dan dongen anak.