Kisah Perang Nabi Muhammad SAW

Kisah Perang Nabi Muhammad SAW

Posted on

Pada Kali ini Penulis kisahsejarah.id akan sedikit mengulas tentang, Kisah Perang Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada zaman itu untuk mempertahankan Islam dan meneggakan Syari’at Islam serta penyebaran agama Islam di Muka Bumi ini.

Sejarah Perang Nabi yang kita ketahui selama cuma beberapa saja, Seperti, Perang Uhud dan Perang Badar, Kisah Perang Nabi ternyata bayak peperang yang terjadi di masa itu, Kurang lebih ada 27 peperangan besar dan 1 peperang kecil. dan Masih Banyak lagi Kisah Perang Setelah Wafatnya Baginda Nabi Muhammad SAW.

Perang Waddan atau Al Abwa’

Kisah Perang Nabi yang pertama adalah Perang Waddan perang ini terjadi pada bulan safar 2 Hijriah atau tahun 623 masehi, dan di kisah perang ini Nabi Muhamad SAW mempunyai 80 Pasukan Kuda. Waddan adalah Sebuah Gunung yang letaknya diantara Kota mekah dan madinah.

Perang Buwath

Perang Nabi yang kedua adalah perang buwath, perang ini terjadi pada Bulan Robiul Auwal 2 Hijriah atau tahun 623 M, dan di kisah perang ini Nabi Muhamad SAW mempunyai 200 Pasukan Kuda, dan Perang ini terjadi di tahun yang sama dengan Perang Waddan.

Perang Al-‘Usyairah

Kisah Perang Nabi ini, Masih Di tahun yang sama, bulan Robiul Auwal 2 Hijriah atau tahun 623 M, Baginda nabi Muhammad SAW Mempertahankan Wilayah Al-‘Usyairah sampai dengan bulan Jumadil dan akhirnya Melakukan Perang Badar.

Perang Badar Pertama atau Perang Safwah

Setelah Melakukan Perjalanan dari Wilayah Al-‘Usyairah, pada Akhir tahun 623 M, Terjadilah Perang Badar Pertama atau Perang Safwah, Sedikit Ketarang Tentang badar. “Badar artinya Tempat Mata air” dan safwah adalah sebuah nama jurang yang ada di dekat Mata Air.

Pada Perang ini sebenarnya Perang Melawan Kurz bin Jabir seorang Pimpinan Kaum Kafir yang merampas Tenak Peliharaan masyarakat atau penduduk kota Madinah, Hewan Ternak Tersebut Berupa Unta dan Domba.

Perang Badar Al-Kubra

Pada Awal tahun tepatnya di bulan Ramadhan 2 Hijriyah atau tahun 624 Masehi, Dikisahkan Bahwa perang ini merupakan salah satu perang besar dan perang yang sangat terkenal pada kaum Muslimin sampai saat ini.

Dikisahkan Pada perang ini, Nabi Muhammad SAW Memiliki 300an Sahabat, Karna di bebera kitah ada yang menyebutkan 313, 314 dan 319 dengan Pasukan muslim 300an dan pasukan Musuh Sekita 1000an Orang yang sudah menunggu Kedatangan Nabi dan pasukkannya.

Saat Peperangan ini berlangsung, pasukan muslimin sedikit kewalah menghadapi musuh karena jumlah mereka yang sedikit, Akhir Rosulullah Saw Berdo’a Kepada Allah SWT untuk memenangkan Pertempuran ini, dan akhirnya Kaum Muslimin menang. Untuk lebih Lengkap Kisah Perang Badar akan kita bahas di artikel berikutnya.

Perang Qainuqa

Berselang satu Bulan dari Perang badar di tahun 624 Masehi, terjadi lagi peperang yang di kenal dengan nama perang Qainuqa, peperangan ini antara Bani Qainuqa (Kaum Yahudi) dengan Kaum Muslimin. Yang pada saat iti Bani Qainuqa atau Kaum Yahudi di pimpin oleh Ka’ab bin Al’Asyraf .

Perang Bani Sulaim

Bani Sulaim adalah Suku dari Kabilah Ghathafan yang akan menyerang Kota Madinah pada tahun 624 M, Ketika itu Pasukan Rosulullah Baru Saja Tiba di madinah sepulang dari perang badar.

Rosulullah Mendapatkan Informasi Bahwa, Ada Sekolompok dan atau kaum Bani Salim yang akan menyerang kota madinah, Lalu Pasukan Muslimin membuat sebuah strategi untuk menyerang lebih dahulu kaum Bani Sulaim.

Tapi Setelah Menunggu 3 hari ternyata musuh sudah lari dan ketakutan kepada pasukan muslimin, Akhirnya Pasukan Nabi Kembali Ke Kota Madinah tanpa melakukan peperangan.

Perang As-Sawiq

Perang As-Sawiq atau Penyerbuan As-Sawiq dan atau perang Tepung Gandum merupakan Perang melawan suku Quraisy Mekah yang di pimpin oleh Abu Sofyan, Peperangan ini terjadi di pinggir kota Madinah dan tepatnya terjadi setalah dua bulan setelah perang badar.

Perang Dzu Amar

Baginda Nabi dapat laporan bahwa ada pasukan besar yang akan menyerang kota madinah yaitu dari Bani Tsa Labah dan bani Maharib yang sudah bersiap untuk menyerang Pingiran Kota Madinah.

Lalu Ketika itu Rosulullah Langsung membawa pasukan sebanyak 450 tantara pilihan untuk berperang melawan bani tsa labah dan bani maharib, Sementara itu, Urusan kenegaraan atau urusan Kota Madinah di kuasakan kepada Ustman Bin Affan.

Perang Al-Furu’

Pada Perang Alfuru Baginda Nabi Membawa Pasukan Berjumlah 300 Tantara Ke Wilayah Hijaz dan kaum Kafir Melarikan diri. Perang ini berlangsung pada Bulan Jumadil Awal tahun 3 hijriyah.

Perang Uhud.

Perang uhud adalah perang yang banyak meninggalkan sejarah di dalam kisah peperangan, salah satunya adalah masalah Bai’at Aqobah, dan Banyak Juga para pejuang wanita di perang ini yang ikut serta membantu dalam Kisah Peperangan ini salah satunya adalah Ummu Umaroh atau Nusaibah Binti Kaab yang di kenal Sebagai Wanita Perisai Rasulullah.

Perang ini juga salah satu perang yang terkenal di kaum muslimin sampai saat ini, karena di dalam kisah peperangan ini terdapat banyak kisah salah satunya sahabat nabi yang bernama Ukasyah bin Mihshan.

Perang ini terjadi di bukit Uhud tahun 3 hijriyah, dalam kisah mencatat bahwa pada perang ini pula Nabi Muhammad Saw patah, Badan beliau Terluka Parah Akibah Terkena Pedang dan Tombak. Di lain Kesempatan Kita akan Ulas Mengenai Kisah Perang Uhud Secara Lengkap.

Baca Juga : Kitab Allah Yang Wajib Diketahui

Perang Bani Nadhir

Dalam Perang Bani Nadhir menggunakan tipu daya dan persekongkolan kepada orang orang munafik yang selalu berusaha untuk membunuh nabi, Kaum yahudi dari Bani Nadhir ini melakukan tipu daya muslihat untuk melaksanakan rencananya.

Tapi baginda nabi di beritahu oleh malaikat Jibril tentang rencana yang disusun oleh para bani Nadhir sehingga Baginda Nabi Bisa Terselamatkan dari tipu daya dan muslihat para Kaum Yahudi ini.

Perang Dzatu Riqa’

Riqo’ adalah Potongan kain yang di balutkan ke luka ketika berperang melawan Kaum Yahudi dan pada saat perang ini juga Mengajari Baginda Nabi Sholat Khauf dan Tayamun.

Dalam Sebuah Kisah menceritakan bahwa pada saat perang ini juga bertepatan dengan meninggalnya Zainab Binti Khuzaimah Istri dari Baginda Nabi dan beberapa Kisah Hikmah Ke Khusu’ an Sholat juga terjadi pada saat perang ini.

Perang Badar Terakhir

Perang Badar yang ketiga ini mengkisahkan tentang Peperangan baginda nabi dan Abu Sofyan di wilayah badar. dan di tahun ini juga adalah tahun kelahiran Imam Hasan Dan Imam Husein Cucu Baginda Nabi Muhammad Saw.

Perang Daumatul Jandal

Pada Rabiul Awal 5 H / Agustus 626 M. Daumatul Jandal terletak di Provinsi Al Jouf, Arab Saudi. dan Setelah Nabi meninggal dunia, tempat inilah banyak yang mengaku Nabi & tempat perdamaian antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dgn Muawiyah. Zaman ini adalah zaman fitnah besar.

Perang Bani Musthaliq

Perang ini mengkisahkan tentang Peperangan Kaum Bani Musthaliq Melawan Kaum Munafikun pada bulan sya’ban 6 hijriyah.

Perang Ahzab / Khandaq

Perang Handak adalah kisah peperang yang juga termasuk mashur di dalam sejarah islam karna Mengingatkan Dengan Salaman Al Farizi yang ahli dalam Strategi Perang yang membuat Khandaq atau Parit Besar, pertikaian ini terjadi karena adanya penghianatan dari bani Quraizah yang melanggar perjanjian atau ikrar bai’at.

Perang Bani Quraizah

Perang ini mengkisahkan tentang Penghianatan kaun Quraizah dari kaum yahudi yang di pimpin oleh Abu Rafi’ dan perang ini terjadi Tahun 5 hijriyah.

Perang Bani Lahyan

Perang Bani Lahyan di karenakan ada 10 sahabat nabi yang di bunuh oleh kaum Lahyan, dan pada perang lahyan ini nabi membawa 200 pasukan.

Perang Dzi Qarad

Kisah Peperangan Kali ini adalah perang Dzi Qarad, asal muasalnya di sebabkan oleh kaum Bani Ghatafan yang membantai keluarga Seorang Muslimin dan menculik istri serta membawa ternak dan di bawa ghatafan.

Perang Hudaibiah

Kisah Hudaibiah ini merupakan pitnah yang di lakukan oleh kaum quraisy, ini terjadi ketika Nabi muhammad Mendapatkan Wahyu untuk Melaksanakan Umroh Kemekah, ini terjadi di bulan Dzulhijah 6 hijriyah

Perang Khaibar

Perang Khaibar ini termasuk perang yang terkenal dalam sejarah, karna perang ini adalah perang terbesar di jaman nabi, dan pada waktu itu Saidina Ali bin Abi Tholip Berhasil Meruntuhkan Benteng Khaibar dan akhirnya Saidina Ali Berhasil Membunuh Pemimin yahudi yang pada saat itu di pimpin oleh Harith bin Abu Zainab. Pada tahun 629 Masehi.

Perang ‘Umratul Qadha

Perang ini adalah Perang Menunjukkan Kekuatan Antara kaum Muslimin dengan Kaum Quraisy, dan tujuannya hanyalah untuk melihatkan Kekuatan Tantara Masing masing.

Perang Fathu Mekkah

Setelah Kaum Quraisy Menginkari Perjanjian Hudaibiah lalu terjadilah perang antara kaum Kafir quraisy dengan kaum muslimin, Akhirnya nabi dapat merebut Kota Mekah dan Kota Mekah Menjadi Kota Islam sampai saat ini. Perang ini terjadi pada 10 Rhomadhon 8 Hijriyah.

Perang Hunain

Perang ini terjadi di lembah Hunain yang mengkisahkan tentang kaum muslimin dengan Kabilah Hawazin dan bani Tsaqif dan pada saat itu Baginda Nabi Membawa 12.000 pasukan, perang ini terjadi pada 8 Hijriyah

Perang Thaif

Setalah Peperangan yang terjadi di Lembah Hunain, Baginda nabi mengejar pasukan musuh yang lari ke thaif, dan akhirnya benteng Tsaqif yang ada di Thaif di robohkan.

Perang Tabuk

Perang ini mengkisahkan tentang Perang Melawan Pasukan Romawi, dan di kota tabuk akhirnya Nabi Berkemah di daerah perbatasan dengan Suriah

Perang Mu’tah

Perang Ini mengkisahkan Perang yang terdasahyat dalam sejarah karena dalam perang ini tingkat ketimpangan jumlah Tantara Islam dan Romawi sangatlah jauh berbeda, Romawi Mempunyai 200.000 Tantara sedangkan Tantara Islam Berjumlah 3000 Tantara.

Dalam perang ini, Awalnya Umat Muslim di pimpin oleh, Zaid bin Haritsah Lalu Gugur di gantikan Oleh, Jakfar bin Abu Tholib (Suadara Saidina Ali) Lalu Gugur di gantikan lagi oleh Abdullah bin Rawahah dan Gugur juga.

Singkat Cerita Pasukan Nabi Di pimpin Oleh Panglima Perang Khalid bin Walid ra, Beliau salah satu Orang yang ahli dalam Menyusun Strategi Perang, Berkat pertolongan allah Swt Akhirnya Kerajaan Romawi dapat di kalahkan, dan sejak saat Kekuatan Kaum Muslimin Di takuti Oleh Kaum dan Bangsa bangsa lainnya.

Itulah Sekelumit Ringkasan Kisah Perang Di zaman Nabi Muhammad Saw dalam mempertahankan Islam dan ajarannya. Waulohu’alam