Kisah Fatimah Az-Zahra

Kisah Fatimah Az Zahra

Posted on

Kisahsejarah.id, Fatimah Az Zahra merupakan salah satu dari anak Rasullulah SAW yang kisahnya banyak mengandung pembelajaran dan suri tauladan yang dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat dalam Kisah Fatimah Az-Zahra

Fatimah Az Zahra

Fatimah Az Zahra merupakan salah satu putri Rasullulah SAW. Selain itu Fatimah Az Zahra di lahirkan oleh seorang ibu yang bernama Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwalid. Fatimah Az Zahra lahir di tahun ke-5 sebelum Muhammad du angkat sebagai Rosul.

Selain itu kelahiran Fatimah Az Zahra bersamaan dengan peristiwa yang besar yang terjadi yaitu ketika Rosulullah SAW menjadi penengah yang terjadi perselisihan antara suku Quraisy. Yang di karenakan tentang siapa yang pantas meletakan Hajar Aswad setelah Ka’bah di perbarui.Karena kecerdasan Rosulullah SAW mampu membeikan jalan keluar dari permasalahan ini.

Selian itu karena atas kelahiranya putrinya maka di sambut gembira oleh Rasulullah SAW. Selain itu memberikan sebuah nama Fatimah dan memberikan julukan Az-Zahra. Fatimah Az-Zahra merupakan putri yang mirip dengan Rosulullah SAW.

Selain itu Fatimah Az-Zahra sangat di sayangi oleh Rosulullah SAW, hal ini terlihat ketika Rosulullah SAW akan berpergian maka akan di temuinya Fatimah Az-Zahra terlebih dahulu sebelum mencari istri istrinya. Kemudian ketika Fatimah Az-Zahra datang mengunjungi Rasullullah SAW maka beliau akan berdiri dan menciumnya dan menyambut dengan hangat begitupun sebaliknya.

Baca juga :Kisah Perang Nabi Muhammad SAW

 

Pernikahan Fatimah Az Zahra

Didalam Kisah Fatimah Az-Zahra ini, Pada saat usia Fatimah Az Zahra beranjak dewasa tidak lama kemudian Fatimah Az Zahra di persunting oleh Ali bin Abi Tholib yang merupakan salah satu sepupunya. Selain itu Ali bin Abi Tholib merupakan orang kepercayaan Rasulullah SAW.

Kisah Pernikahan Fatimah Az-Zahra

Ketika pernikahan mereka terjadi seluruh orang merasa gembira bahkan penghuni langit dan bumi bergembira. Suatu pernikaahan yang sangat indah yang bermahar baju besi yang pernah di berikan dahulu oleh Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib. Yang kemudian di jadikan mahar untuk menikahi Fatimah Az-Zahra.

Setelah pernikahanya mereka Fatimah Az-Zahra.dan Ali bin Abi Thalib hidup sederhana dengan seadanya dengan Ali bin Abi Tholib yang bekerja sebagai pembawa air serta pembuat roti. Mereka mengerjakan sendiri.

Pernah suatu ketika Ali bin Abi Thalib mengeluh kareana punggungnya sakit, sedangkan Fatimah Az-Zahra merasakan hal yang sama pada tangannya. Kemudian setelah itu mereka pergi ke rumah Rasullullah SAW untuk memberikan budak untuk membantunya.

Akan tetapi mendenga permintaan anaknya Rosullulah SAW menolaknya dan kemudian mendatangi rumah keduanya. Kenudian ketika Rasullullah SAW datang kerumahnya Ali pun membukakan pintunya sedangkan pada saat itu Fatimah Az-Zahra. sedang berada di tempat tidur.

Kemudian merka duduk bersama sedangkan Rasullulah SAW duduk di antara keduanya. Kemudian Rasullulah SAW menyampaikan untuk membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdullillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali untuk membacanya sebelum hendak tidur.

Selain itu Rasullulah SAW mengatakan Atas izin Allah SWT akan terpenuhi kebutuhan mereka. Setelah itu mereka mempunyai kekuatan meningkat sehingga membuatnya tidak perlu lagi budak untuk membantunya.

Baca juga : Utsman bin Affan RA

Keturunan

Di dalam pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Tholib mereka mempunyai 4 orang anak. Duan anak putra dan 2 anaknya lagi putri. Kedua anak putrinya bernama Zainab dan Ummu Kultsum. Sedangkan 2 putranya bernama Hasan dan Husain.

Akan tetapi sebenarnya Fatimah Az-Zahra mempunyai anak satu lagi yang bernama Muhsin. Akan tetapi Muhsin meninggal dunia pada saat di dalam kandungan. Sedangkan Hasan dan Husain sangant di sayangi oleh Rasullulah SAW.

Baca Juga : Kisah Nabi Ibrahim as

Kesayangan ayahnya

Fatimah Az-Zahra merupakan seorang putri yang sangat di sayangi Rosullulah SAW. Selain iti Fatimah Az-Zahra juga menjadi orang kepercayaan Rasullah SAW pada masa baginda. Selain itu Fatimah Az-Zahra juga mempunyai sifat penyabar, penyayang.

Selain itu Fatimah Az-Zahra tidak pernah melihat atau di lihat lelaki yang bukan mahromnya. Selain itu Rasullah SAW sering mengatakan bahwa ” Fatimah Az-Zahra merupakan bidadari yang menyerupai manusia”.

Di usia Fatimah Az-Zahra yang ke 28 tahun beliau mempunyai karakter dan kepribadian yang dewasa, bijak dan sabar. Bahkan Fatimah Az-Zahra pernah bertengkar dengan Ali bin Abi Thalib, karena suaminya di tawarii untuk menikah.

Namun Ali bin Abi Thalib menolak tidak menerima tawaran itu, sehingga membuat mereka tetap rukun dan dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Baca Juga : Kisah Sahabat Nabi Yang Mulia

Kisah Kesederhanaan Fatimah Az Zahra

Kisah Fatimah Az-Zahra- Menjadi anak seorang raja mungkin saja akan membuatnya hidup serba berkecukupan dengan semua kemewahan yang ada. Namun berbeda dengan Fatimah Az-Zahra putri Rasullulah SAW yang kesederhanaanya membuat banyak inspirasi.

Pada suatu ketika Fatimah Az-Zahra di hampiri oleh Abdurahman bin A’uf. Beliau menyampaikan kepada Fatimah Az-Zahra bahwa Rasullulah SAW tengah bersedih setelah menerima wahyu dari jibril. Kemudian beliau menyampaikan bahwa dengan melihat Fatimah Az-Zahra akan membuat hatinya yang kalut ketika melihat putrinya.

Kemudian setelah itu mereka berdua berangkat ke tempat Rosulullah SAW, Namun dengan pakaian yang Fatimah Az-Zahra gunakan membuat hati Umar bin Khatab nelangsa. Yang pada saat itu pakaian Fatimah Az-Zahra yang sudah usang dan juga terdapat 12 jahitan dalam lembar kain itu. Bahkan serpihan daun kurma juga menempel di sela-selanya.

Setelah sampai menemui ayahnya dan kemudian Fatimah Az-Zahra menyampaikan tentang suatu hal terherannya Umar bin Khatab dengan apa yang Fatimah Az-Zahra pakai. Selain itu Fatimah Az-Zahra menceritakan bahwa aku dan Ali selama 5 tahun tidak pernah menggunkana kasur hanya kulit kambing.

Yang kemudian kulit kambing itu hanya di pakai pada malam hari. Sementara pada siang hari di gunakan untuk tempat makanunta. Selain itu bantal yang terbuat dari serpihan daun kurma.

Padahal dengan kedudukan ayahnya yang menjadi seorang Rasullulah SAW bukan hal yang sulit untuk memperoleh apa saja yang di inginkan tidak hanya pakaian dan kasur saja. Akan tetapi kepribadian Rasullullah SAW yang tampaknya bersahaja mewarisi ke dalam dirinya Fatimah Az-Zahra sehingga membuatnya tampil sederhana dangan kebesaran dan kemewahan yang ada jiwanya.