kisah-bilal-bin-rabah-muazin

Kisah Bilal Bin Rabah

Posted on

Kisah Bilal Bin Rabah– Beliau merupakan salah satu sahabat nabi yang mempunyai tugas Adzan Pada saat masa Baginda nabi masih Hidup, Beliau merupakan salah satu sahabat yang sangat di cintai Nabi karena kedekatannya belaiu sangat dipuji oleh Baginda Nabi, Selain suara adzan yang sangat merdu. Maka pada kesempatan kali ini penulis akan menulis tentang kisah Bilal bin Rabah.

Kisah Bilal dan azan terakhir di Madinah

kisah-bilal-bin-rabah

Ketika Rasulullah SAW meninggal kemudian Bilal bin Rabah tidak mau mengumandangkan adzan lagi walaupun Khalifah Abu Bakar sudah membujuknya dan memintanya untuk menjadi muadzin kembali namun Bilal bin Rabah tetap menolaknya.

Sehingga karena penolakan Bilal bin Rabah maka Abu Bakar pun tidak dapat membujuknya untuk mengumandangkan adzan lagi. Selain itu Bilal bin Rabah merupakan budak dari Habasyah yang di merdekakan oleh Abu Bakar.

Bilal Bin Rabah adalah seorang budak yang memeluk aga,a islam sehingga ketika bilal masuk islam majikannya memberikan siksaan yang sangat luar biasa agar bilal kembali ke agama majikannya.Namun itu semua tidakk membuat Bilal bin Rabah goyah dan tetap kokoh untuk memeluk agama islam.

Selama dalam dakwah Rasulullah SAW, Bilal bin Rabah di di kenal dengan muazin yang pertama kali yang mengumandangkan adzan dalam sejarah islam. Sehingga ketika Rasulullah SAW wafat Bilal bin Rabah meninggalkan  Madinah.

Kemudian dalam Kisah Bilal bin Rabah ikut pasukan Fathul Islam yang pergi menuju Syam dan yang kemudian tinggal di Homs, Syria ( kini menjadi Suriah). Kemudian setelah lama Bilal bin Rabah tidak berkunjung ke Madinah sehingga Rasulullah SAW hadir di dalam mimpinya. Dan menanyakan kenapa beliau tidak mengunjunginya.

Karena hal itu kemudian Bilal bin Rabah terbangun dan tanpa berpikir panjang lagi Bilal bin Rabah mempersiapkan perjalanan untuk kembali ke Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW. Bilal bin Rabah pun menangis tersedu sedu melepaskan kerinduanya kepada Rasulullah SAW.

Baca juga : Abu Bakar Ash-Shiddiq RA

Kemudian tidak lama terdapat dua remaja yang mulai beranjak dewasa yang kemudian mendekatinya. Mereka yaitu Hasan dan Husein yang merupakan cucu Rasulullah SAW.  Kemudian kedua cucunya di pelukanya.

Kemudian Husein meminta kepada Bilal bin Rabah untuk dapat mengumandangkan adzan agar dapat mengenang sang kakek.

Akhirnya setelah itu Bilal bin Rabah mau melakukan permintaanya untuk mengumnadngkan adzan untuk mengenang Rasulullah SAW semasa hidupnya. Saat waktu shalat telah tiba Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan pada saat Lafaldz Allahu Akbar di kumandangkannya, seketika itu seluruh Madinah menjadi senyap,

Suara yang sangat di rindukan setelah bertahun-tahun hilang dan sangat di rindukan terdengar kembali semua orang terkejut. Kemudian pada lafadz Asyhadu alla ilaha illallah seluruh orang Madinah berlari ke sumber suara itu dengan teriakan yang histeris.

Kemudian pada lafadz Asyhadu anna….., semua orang di Madinah menangis dan Bilal bin Rabah tak sanggup melanjutkan adzannya. Mereka semua menangis karena mengingat masa-masa indah bersama Rasulullah SAW. Dan tak lain juga Umar Bin Khatab menangis dengan tangisan yang keras.

Sehingga di atas menara Nabawi Bilal bin Rabah tak dapat meneruskan adzannya. Pada saat itu lah azan pertama dan terkhir Bilal bin Rabah kumandangkan setelah Rasulullah SAW wafat. itulah sekelumit Kisah Bilal Bin Rabah

Baca juga : Utsman bin Affan RA

Keutamaan Bilal bin Rabah

kisah-bilal-bin-rabah-madinah

1.Memiliki Iman yang Kuat

Pada saat Bilal Bin Rabah memeluk islam pada saat itu Bilal Bin Rabah sedang menjadi budak. Tidak hanya itu Bilal Bin Rabah juga mendapatkan siksaan dari tuanya dan di paksa untuk meninggalkan agama islam dan kembali untuk menjadi oeang kafir.

Akan tetapi walaupun Bilal Bin Rabah di siksa bahkan tuanya melakukan banyak hal untuk menyakitinya namun Bilal Bin Rabah tetap teguh dan istiqomah dengan pendirianya untuk tetap memeluk agama islam.

2. Muazin Pertama dalam Islam

Bilal Bin Rabah mempunyai suara yang sangat merdu, indah dan lantang. Bahkan di dalan sebuah hadist di ceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa pernah mendengar suara Bilal Bin Rabah di Surga.

3. Mengabdi Sepanjang Hidup

4. Mendapat Jaminan Surga

Bilal Bin Rabah melalui hari harinya dengan melakukan ibadah dan amal kebaikan. Hal ini juga di sebutkan di dalam sabda Rasulullah SAW bahwa mendengar langkah kakinya di  depan surga.

Selain itu Bilal Bin Rabah juga selalu melakukan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW serta mengajarkan dan mengamalkan kepada orang lain. Selain itu Bilal Bin Rabah juga menjadi motivasi oleh budak yang lain untuk memmeluk agama islam walaupun mendapatkan pertentangan dari  majikannya.

5. Ahli Wudhu

Ketika Bilal Bin Rabah mempunyai hadast beliau segera berwudhu. Sehingga dalam hal ini beliau menjadi salah satu orang yang ahli dalam menjaga wudhu. Bilal Bin Rabah terus menerus menjaga wudhu dan tetap istiqomah.

Bilal Bin Rabah merupakan sahabat Rasulullah SAW yang sayangi karena kesetiannya dan ketulusannya. Karena hal ini Bilal Bin Rabah mendapatkan hadiah istimewa dari Rasulullah SAW berupa tombak yang kemudian Bilal Bin Rabah bawa kemana mana.

7. Rendah Hati

Bilal Bin Rabah merupakan  sahabat Rasulullah SAW yang sangat di sayangi beliau. Selain itu Bilal Bin Rabah memiliki warna kulit yang hitam. Hal ini menyebabkan Bilal Bin Rabah mendapatkan cacian dan makian karena warna kulitnya. Hal ini di karenakan pada masa itu dimana sebagian orang arab berkulit putih.

Namun hal ini tidak membuat Rasulullah SAW membedakan seseorang karena fisiknya. Bahkan Bilal Bin Rabah menjadi sahabat kesayangan Rasulullah SAW. Walaupun begitu Bilal Bin Rabah tetap rendah hati di hadapan sahabat dan umat Rasulullah SAW pada saat itu.

8. Sangat Menyayangi Rasulullah

Bilal Bin Rabah sangat menyayangi Rasulullah SAW, bahkan ketika Rasulullah SAW wafat  Bilal Bin Rabah hanya mengumandangkan adzan dan ketika mengumandangakan Bilal Bin Rabah menangis karena kerinduanya kepada Rasulullah SAW, bahkan umat muslim lainya. Kemudian sejak saat itu adzan di gantikan oleh sahabat Rasulullah SAW yang lainnya.

Baca Juga : Wanita Pengukir Sejarah Islam

9. Istiqomah

Allah SWT menyukai suatu amal yang konsisten dan terus menerus walaupun hal kecil. Bilal Bin Rabah mempunyai kebiasaan menjaga wudhu dan istiqomah dalam menjalankanya walaupun terlihat hal kcil apa yang di lakukanya namun Bilal Bin Rabah tetap istiqomah melakukanya.

10. Disayangi oleh Para Sahabat Rasulullah

Bilal bin Rabah banyak di sukai oleh sahabat Rasulullah SAW, ketika setelah wafat Rasulullah SAW kemudian sahabatnya yaitu Umar sangat merindukan Bilal bin Rabah. Sehingga para sahabatnya menemuinya dan mendesak Bilal bin Rabah untuk mengunmandangkan adzan. Sehingga ketika adzan di kumandangkan para sahabat menangis karena merindukan Rasulullah SAW yang merindukan perjuangannya bersamanya.

11. Didatangi Rasulullah Setelah Wafat

Bilal bin Rabah sangat di sayangi oleh Rosulullah SAW semasa hidupnya. Sehinggga ketika Rasulullah SAW telah wafat Bilal bin Rabah bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Sehingga setelah kejadian ini Bilal bin Rabah pergi ke madinah untuk mengunjungi makan Rasulullah SAW.

12. Membuktikan Kesungguhan Imannya

Bilal bin Rabah memeluk islam dengan segala kesunguhan dan ketulusan yang ada. Bilal bin Rabah tetap berpegang teguh dengan segala pendirian yang ada walaupun banyak rintangan dan siksaan yang Bilal bin Rabah hadapi.

13. Pemuka Muadzin di Hari Kiamat

Bilal bin Rabah menjadi pemimpin bagi para muadzin di seluruh dunia hal dapat membawa beliau menuju surga dan jauh daari kesusahan di hari kiamat. Hal ini di karenakan kesungguhannya di dalam mengumandangkan adzan selama di dalam hidupnya.

14. Mulia di Sisi Allah

Bilal bin Rabah menjadi salah satu jika Allah SWT tidak  memandang dan membedakan fisik umatnya. Karena orang yang mulia di sisi Allah SWT yaitu orang yang bertaqwa, bukan berdasarkan fisik seseorang. Bilal bin Rabah merupakan sosok yang baik dan sederhana dengan ketulusannya sehingga beliau di kenang dan menjadi motivasi bagi umat muslim.