Kisah Ashabul Kahfi

Kisah Ashabul Kahfi

Posted on

Kisahsejarah.id Kisah Ashabul Kahfi merupakan kisah yang banyak mengandung pembelajaran dan suri tauladan yang baik yang dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka pada kesempatan saat ini penulis akan menulis tentang Kisah Ashabul Kahfi semoga bermanfaat.

Surat Al-Kahfi merupakan surat yang ke 18 di dalam Al-Quran yang urutanya sebelum Surat Maryam dan sesudah surat Al-Isra. Selain itu surat Al-Kahfi terdiri dari 110 ayat dan termasuk ke dalam surat Makkiyah.

Asbabunnuzul Surat Al Kahfi

Sebab turunya Surat Al Kahfi yaitu di riwayatkan dan di jelaskan pada saat itu kaum Quraisya mengutus dua orang untuk menanyakan kenabian Rasulullah S.A.W, dua orang tersbebut bernama “Uqbah bin Abi Mu’ith dan An-Nadr bin Al-Hairts.

Mereka bertanya tentang kenabianya Rasallullah SAW dengan cara menceritakan tentang segala apa sifat beliau dengan segala sesuatu yang di ucapkan, hal itu di sampaikan oleh para pendeta yahudi itu. Hal ini di lakukan karena orang Quraisy berpendapat bahwa pendeta memiliki keahlian kitab-kitab yang di turunkan lebih dulu.

Karena hal itu berangkat lah kedua utusan kaum Quraisy pergilah ke Madinah dan bertanya kepada para pendeta yahudi. Dan para pendeta itu menjawab ” Tanyakan 3 hal kepada Muhammad jika beliau mempu menjawab pertanyaan itu maka dia benar-benar utusannya.

Namun jika dia tidak mampi menjawabnya maka dia hanyalah seseorang yang mengaku-aku sebagai nabi. Tiga pertanyaan itu yaitu :

  • Tanyakan kepada Muhammad tentang pemuda pada Zaman dahulu yang berpergian lalu apa yang terjadi kepada mereka, ( karena cerita itu sangat menarik).
  • Tanyakan pula tentang pengembara yang telah sampai ke Mayiq dan Magrib dan apa yang terjadi kepada mereka.
  • Yang terakhir tanyakan kepada mereka tentang ruh.

Kemudian setelah mendengarkan pendeta itu kedua orang itu pulang menghadap Muhammad dengan berkata :” Kami datang membawakan sesuatu yang dapat di jadikan penentu untuk menentukan sikap antara kalian Muhammad.

Baca Juga : Sahabat Yang Tidak Dikenal

Setelah sampai di hadapan Muhammad mereka menayakan tiga pertanyaan tersebut kepada Muhammad yang telah di sampaikan oleh pendeta tersebut. Mendengar pertanyaan itu kemudian Rasullah SAW bersabda :” Besok pasti akan ku menjawab tentang beberapa hal yang telah di tanyakan ( tanpa menjawab Insayallah).

Kemudian merekapun pulang setelah mendengar sabda Rasullah SAW. Namun kemudian Rasullah SAW menunggu wahyu yang Allah SWT turunkan untuk jawaban yang telah mereka berikan. Setelah 15 hari berlalu belum juga mendapatkan jawaban, sehingga hal ini membuat mereka goyah.

Hal ini membuat Rasullah SAW merasa sangat sedih, karena beliau belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu hal ini membuat Rasulullah SAW bingung dengan jawaban apa yang harus di berikan kepada kaum Quraisy.

Namun di malam berikutnya akhirnya jibril turun dengan membawakan ayat yang memberikan teguran atas kemurungan Rasulullah SAW yang terdapat [ada Q.S Al-Kahfi :6. Kemudian membawakan ayat yang menceritakan tentang pemuda kahfi yang terdapat pada Q.S Al-Kahfi : 9-26.

Selain itu malaikat jibril membawakan ayat yang berisi tentang pengembara yang terdapat pada Q.S Al-Kahfi : 83-101. Selain itu membawa ayat tentang Ruh yang terdapat dalam Q.S Al Isra : 8.

Baca juga : Salman Al Farisi

Kisah-Kisah dalam Surah Al Kahfi

dalam Kisah Ashabul Kahfi tercatat juga dalam Al-qur’an Di dalam surah Al-Kahfi banyak kisah-kisah di dalam ayat suci Al-Qur’an. Selain itu kisah-kisah nya banyak mengandung pembelajaran dan hikmah yang bisa di jadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Kisah-kisah yang ada di dalam surah Al-Kahfi yaitu sebagai berikut.

Kisah Pemuda Kahfi (Ashabul Kahfi)

Kisah yaang pertama yaitu kisah pemuda Kahfi yang dalam kisah ini terdapat di dalam Q.S Al Kahfi :9-26. Yang menceritakan tentang ada 7 orang pemuda dan seekor anjing yang tertidur di dalam sebuah gua. 7 pemuda itu yaitu yang bernama :

  • Maksalmina,
  • Nainunis,
  • Martunis,
  • Tamlikha
  • Dzununis
  • Sarbunis
  • Falyastatyunis
  • dan seekor anjing yang bernama Qithmir

Tentang letak gua tersebut ada beberapa pendapat yang menyatakan tentang keberadaan gua tersebut yaitu :

  • Pendapat pertama menyatakan bahwa Gua Kahfi berada di Efesus,Anatolia (sekarang turki), orang Yahudi dan Nasrani mempercai gua kahfi berada di sini.
  • Pendapat yang kedua menyatakan gua kahfi berada di Damsyik, Syria. Hal ini di karenakan terdapat ciri-ciri seperti di dalam Al-Quran.
  • Pendapat ketiga menyatakan bahwa gua kahfi berada di Jordan (Gua Amman) Hal ini di karenakan gua ini memiliki ciri-ciri yang tepat di banding dengan gua yang lainnya.

Awal mula kisah pemuda kahfi yaitu ketika raja Diqyanus raja yang dzolim yang menguasai negri Efsus. Pada zaman dahulu awal masyarakat Efsus beriman hanya kepada Allah SWT. Namun sejak raja Diqyanus berkuasa lahan perlahan orang yang beriman kepada Allah SWT mulai habis dan hilang. inilah awal dari Kisah Ashabul Kahfi

Hal ini terjadi karena kekejaman raja Diqyanus yang apabila ada yang beriman kepada Allah SWT maka akan di siksa dan di bunuh. Selain itu jika orang-orang taat kepadanya untuk berhenti menyembah Allah SWT dan menyembah berhala maka akan di berikan hadiah, pakaian yang bagus dan lain-lainya.

Baca juga : Peninggalan Kerajaan Islam

Hal ini membuat lama kelamaan masarakat patuh dan taat kepada raja Diqyanus untuk menyembah selain Allah SWT yaitu berhala. Namun hal ini berbeda deng 7 pemuda dengan seekor anjing itu yang memilih untuk pergi dan mengasingkan diri untuk meninggalkan negri itu dengan tujuan agar dapat mempertahankan keimananya.

Karena keteguhan mereka untuk mempertahankan Aqidah mereka walaupun mereka tau hal ini bukan perkara yang mudah karena mereka tau hal ini membahayakan nyawa mereka.

Sehingga atas izin Allah SWT ketika mereka beristirahat di dalam gua untuk beristirahat Allah SWT membuat mereka tertidur selama 309 tahun. Allah SWT membolak balikan mereka ke kanan dan ke kiri saat mereka tertidur.

Tidak hanya itu Allah SWT juga memberikan perintah agar matahari saat terbit untuk memancarkan sinarnya ke dalam gua dengan condong dari arah kanan. Dan sebaliknya jika saat terbenam untuk meninggalkan mereka dari arah kiri. Atas izin Allah SWT mereka selamat dari kejaran raja Diqyanus yang dzolim itu.

Kemudian Allah SWT bangunkan mereka setelah tertidur selama 309 tahun. Dengan keadaan lapar mereka kemudian terbangun, dan saling bertanya “Siapakah yang mampu dan bersedia untuk ke kota untuk membeli makanan denga sisa uang yang kita miliki?. Namun harus tetap berhati-hati.

Kemudian Tamlikha menjawab bersedia untuk berangkat dan membeli makanan ke kota dengan sisa uang yang ada. kemudian setelah sampai di kota Tamlikh bertemy dengan seorang penjual roti dan bertanya tentang apa nama kota ini. Dan penjual roti itu menjawab bahwa kota itu bernama “Ephesus”.

Kemudian Tamlikha memilih beberapa potong roti untuk di belinya untuk di jadikan makanan untuknya dan teman-temanya. Akan tetapi pada saat akan membayar, penjual itu merasa terkejut karena uang yang di gunakan sangat antik dan tua umur uang itu. ” Sangatlah beruntung aku! ternyata dirimu baru saja mendapatkan harta karun ya, dan sekarang berikan sisa uangnya untuk ku jika tidak akan ku adukan kau dengan raja. Ucap penjual roti.

Mendengar hal itu Tamlikha menjawab ” Aku tidak mendapatkan harta karun, karena uang itu aku mendapatkan setelah aku menjual kurma seharga 3 dirham pada 3 hari yang lalu. Kemudian aku pun pergi dan meninggalkan kota karena semua penduduknya sudah menyembah raja Diqyanus.

Baca juga : Kisah Perang Nabi Muhammad SAW

Mendengar hal itu penjual roti sangatlah marah kemudian menangkap dan membawa Tamlikha untuk di bawa kehadapan raja. Kemudian di hadapan raja Tamlkha menjelaskan semuanya.

Namun mendengar penjelasan dan barang bukti yang di bawa Tamlikha, sang raja masih terheran-heran tentang hal ini. Kemudian sang raja bertanya tentang apakah Tamlikha mempunyai saudara di negri tersebu.

Kemudian Tamlikha menjawab kurang lebih 1000 orang penduduk yang dia kenal. Namun dengan jawaban semua itu raja tidsk mengenalnya satupun yang dapat di jadikan bukti. Tak hanya raja yang heran orang-orang yang menyaksikan hal itu merasa heran karena orang-orang yang di sebutkan bukanlah orang yang hidup di masa itu.

Kemudian mendengar itu semua sang raja bertanya kembali ” Apakah kamu memiliki rumah di kota ini?” ucap sang raja. Kemudian Tamlikha menjawab bahwa Tamlikha mempunyai saudara di negeri tersebut.

Kemudian mendengar jawabanya sang raja meminta untuk mengantarnya tamlikha untuk pergi ke rumahnya. Dan kemudian Tamlikha sebuah bangunan yang berada di paling tinggi di kota itu. Denagn mengucap ” ini rumahku tuan” ucap tamlikha.

Kemudian diketuklah rumah tersebut, namun semua terkejut karen yang keluar adalah seorang laki-laki yang sangat tua dengan alisnya yang memutih dan hampir menutupu seluruh matanya dan dahinya pun mengkerut. kemudian menanyaka ada perlu apa datang ke rumahnya.

” Ada serorang anak muda yang mengakui bahwa ini adalah rumahnya kek” Ucap salah seorang prajurit raja. Dan mendengar hal itu kakek itu pun marah ” Siapakah dirimu, mengaku bahwa ini rumahmu” Jawab sang kakak,

Kemudian Tamlikha menjawab bahwa dia adalah anak dari Filstin yaitu Tamlikha . Mendengar jawaban itu tiba-tiba sang kakek tersebut langsung berlutut dan mengucap ” Demi Allah SWT engkau adalah Buyutku, seseorang yang telah melarikan diri dari raja yang dzalim yaitu raja Diqyanus.

Baca juga :Kisah Fatimah Az Zahra

Kemudian setelah itu Tamlikha ramai-ramai di bawa di hadapan raja. Kemudian raja langsung turun dari kuda setelah mendengarkan penjelasan apa yang terjadi. dan sang rajapun bertanya tentang bagaimana keadaan teman-temanya.

Dan Tamlikha menjawab bahwa temanya masih berada di dalam gua Kahfi. Mendengar hal itu kemudian raja dengan para pasukanya it Tamlikha memohon agar raja dan para prajuritnya untuk berhenti di sini. Karena hal ini di takutkan akan membuat khawatir teman-temanya mendengar suara hentakan kaki kuda, takutnya teman temanya akan mengira bahwa itu pasukan dari raja Diqyanus.

Mendengar penjelasan dari Tamlikha kemudian mereka menunggu di luar gua. Dan ketika Tamlikha masuk ke dalam gua semua teman-temanya kemudian memeluknya dengan erat. Mereka sangat senang melihat Tamlikha kembali pulang dengan selamat dan dapat melindungi diri dari raja Diqyanus.

Kemudian Tamlikha pun bertanya kepada teman-temanya ” Tahukah kalian sudah berapa lama kita tinggal dan tertidur di sini? ucap Tamlikha. ” Mungkin saja kita tertidur selama 3 hari saja” Jawab salah satu temanya. Namun Tamlikha menjawab ” Bukan! sesungguhnya kita sudah tertidur selama 309 tahun.

Raja Diqyanus sudah lama meninggal dan generasi demi generasi telah berganti dan kalian tahu bahwa sekarang penduduk kota ini pun sekarang sudah kembali beriman menyembah Allah SWT. Dan saat ini mereka datang kemari dan berada di luar untuk menemui kalian semua.

Mendengar hal itu mereka menjawab bahwa apakah Tamlikha akan membuat mereka gempar tentang keberadaan mereka. Lalu apa yang bisa kita lakukan dalam hal ini? Tanya Tamlikha.

Baca juga : Kitab Allah Yang Wajib Diketahui

Angkatlah kedua tangan kita dan berdoa ” Ya Allah. dengan kebenaran yang telah kau tunjukan kepada kami dengan kebenaran-kebenaran yang telah kami alami, maka cabutlah nyawa kami tanpa sepengetahuan orang lain.

Kemudian Allah SWT mengabulkan doa mereka, dan memerintahkan kepada malaikat untuk mencabut nyawanya san menyiapkan gua tanpa bekas. itulah sekelumit penggalan percakapan dalam Kisah Ashabul Kahfi

Kisah Pemilik Kebun

Kisah selanjutnya yang ada di dalam surah Al Kahfi yaitu tentang kisah pemilik kebun yang terdapat pada ayat 32 sampai 36. Yang terjadi yaitu ketika ada seorang pria yang Allah SWT berikan karunia tentang di berinya sebuah kebun yang indah dan subur

Akan tetapi pria tersebut menjadi sombong dan congkak bahkan pria itu lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT. Selain itu pria tersebut bahkan lupa akan tentang kebenaran akhirat. Sehingga karena hal itu semua Allah SWT menghancurkan kebun itu.

Hal ini bisa di jadikan pembelajaran bahwa ujian yang Allah SWT di berikan kepada kita juga bisa berupa sebuah kenikmatan ataupun kekayaan. Sehingga apapun ujian yang kita dapatkan untuk selalu bersyukur kepadanya.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir

Kisah selanjutnya yang ada di dala surah Al Kahfi yaitu kisah tentang Nabi Musa A.S dengan Nabi Khidir A.S. Ketika suatu hari Nabi Musa A.S di tanya ” Siapakah yang paling luas ilmunya dari orang-orang yang ada di bumi? tanya Allah SWT kepada Nabi Musa A.S.

Nabi Musa A.S menjawab bahwa dirinyalah satu-satunya orang yang luas akan ilmunya yang berada di bumi. Namun mendengar jawaban itu Alllah SWT menyangkalnya bahwa bukan dirinya lah orang yang paling luas ilmunya, akan tetapi ada yang lebih mengetahui tentang dirinya selain dirinya yaitu Nabi Khidir A.S.

Mendengar hal itu kemudian Nabi Musa A.S melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk mencari Nabi Khidir A.S. Namun Nabi Musa A.S tidak dapat menemukan Nabi Khidir A.S.

baca juga : Kisah Uwais Al Qarni

Kisah Mengenai Dzul Qarnain

Kisah selanjutnaya yang ada di di dalam surat Al Kahfi yaitu Kisah mengenai Dzul Qarnain yang terdapat pada ayat 83 sampai 99. Kisah ini berasal dari Dzul Qarnain yang merupakan seorang raja yang besar .

Raja tersebut sangat sengat menyukai berpergian jauh dan selain itu suka menolong orang lain dan juga menyebarkan kebaikan. Selain itu juga mampu mengatasi masalah tentang Yajuj-Majuj. Hikmah dari kisah ini yaitu Allah SWT memberikan ujian dengan kekuasaanya apakah mampu amanah ataukah sebaliknya.