Peninggalan Kerajaan Kutai

Peninggalan Kerajaan Kutai

Posted on

KisahSejarah.id, Kali ini saya akun mengulas sedikit mengenain Peninggalan Kerajaan Kutai, karena masih banyak yang belum mengetahuinya, Artikel Semoga dapat menambah wawasan kita dalam bidang sejarah kerajaan kerajaan yang ada di indonesia.

Sejarah Singkat

Kerajaan Kutai terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur atau di kota Tenggarong, di daerah hulu sungai Mahakam. Melihat 7 buah prasasti Yupa menjadi bukti bahwa Kerajaan ini pernah ada.

Nama Kutai sendiri itupun di ambil dari daerah di mana prasasti di temukan di daerah kutai oleh para ahli. Prasasti yang di dalamnya terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa telah berdiri kerajaan Hindu tertua yaitu Kerajaan Kutai, sering di sebut juga dengan Prasasti Yupa.

Baca Juga : Kerajaan Samudra Pasai

Yang terdapat tujuh buah batu tulis yang di tulis menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa SansKerta yang tersusun dalam bentuk syair. Untuk memperingati kedermawanan Raja Mulawarman maka di buatlah Tugu Batu.

Dengan tulisan bahwa Raja Mulawarman yaitu Raja yang bak dan kuat. Raja Mulawarman yaitu anak dari Aswawarman dan merupakan cucu dari Raja Kudungga yang telah memberikan 20.000 ekor sapi yang di berikan kepada Brahmana.


Masa Kejayaan

Pada masa kepemimpinan Mulawarman kehidupan Kerajaan Kutai sangatlah makmur dan sejahtera, hal ini di buktikan dengan di temukanya prasasti atau Yupa yang ada di Muara Kaman.

Namun Kerajaan ini mulai meredup ketika dalam masa raja atau Dinasti Kudungga. Kerajaan Kutai meredup di karenakan kerajaan besar seperti Majapahit dan Singosari sedang mengalami kegemilangan. Sehingga menciptakan Persangian baru dalam hal Peningkatan Ekonomi masyarakat. Sehingga Kerajaan ini mulai redup.

Bidang Politik

Prasasti yang telah ditemukan di Kutai, ada salah satu prasasti yang terdapat tulisan “Sang Maharaja Kundungga yang amat mulia memiliki putra yang mashur, namanya Sang Aswawarman.

Sang Aswawarman mempunyai tiga putra, seperti api (yang suci) tiga. Yang paling terkemuka dari ketiga putra itu yaitu Mulawarman. Raja yang berperadaban baik, kuat, dan sangat kuasa. Peringatan kenduri oleh para Brahman di sebabkan tugu batu ini di dirikan.

Nama Raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai bisa di ketahui dari prasasti tersebut, Karna Raja Kundungga yang merupakan raja pertama. Raja ini merupakan nama Indonesia asli.

Kudungga mempunyai anak yang sekaligus sebagai pembentuk keluarga (Wamsakerta) dan pendiri dinasti yaitu yang bernama Aswawarman . Dan dapat di ketahui juga bahwa Aswawarman mempunyai 3 orang putra.

Bidang Ekononi

Sebenarnya Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik yang banyak di kunjungi oleh para pedagang. Karena Dari Sisi letak Kerajaan Kutai yang secara geografis berada di jalur perdagangan yaitu Cina dan India.

Karena letak kerajaan ini yang berada di sekitar Sungai Mahkam yang di gunakan sebagai jalur transportasi laut, maka dari itu perdagangan masarakat Kutai berjalan cukup ramai.

Baca juga : Peninggalan Kerajaan Singasari

Mereka harus memberikan “hadiah” kepada raja sebagai izin berdagang, bagi pedagang yang berasal dari luar Kutai. Pemberian “hadiah” ini berupa barang dagangan yang harganya cukup mahal sehingga pemberian ini dianggap sebagai pajak kepada pihak Kerajaan. dan ini salah satu penyebab runtuhnya ekonomi dari kerajaan ini.

Bidang Agama

Kebudayaan masyarakat Kutai sangat erat kaitannya dengan kepercayaan yang dianut. Salah satu hasil budaya masarakat kutai yaitu Yupa yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia dari zaman dahulu.

Ada namanya Waprakeswara atau tempat pemujaan Dewa Siwa yang merupakan salah satu Yupa yang sering di sebut sebagai tempat suci. Maka dari itu bisa di simpulkan bahwa masyarakat Kutai pemeluk agama Hindu Syiwa. Akan tetapi masyarakat Kutai juga masih ada yang menjalankan kepercayan mereka dengan ada istiadat lama mereka.

Bidang Sosial-Budaya

Karna Faktor agama yang di anut, banyak yang beragama hindu, Yang salah satu contohnya yaitu yang sering di sebut dengan Vratyastoma yaitu upacara pemberkatan seseorang yang memeluk agama Hindu. Yang di pimpin oeh kaum Brahmana pada masa pemerintahan Mulawarman.

Pengaruh masuknya budaya India ke Nusantara ini menyebabkan budaya Indonesia ini mengalami perubahan. Salah satu perubahan yang ada yaitu adanya sistem pemerintahan yang berkuasa yaitu raja. Pada awalnya pemerintahan hanya di pimpin oleh seorang kepala suku sebelum adanya budaya masuk ke India.

Baca Juga : Tuanku Imam Bonjol

Ada juga budaya lainnya yaitu dengan mendiirikan Tugu batu artinya bangsa Indonesia berusaha untuk mencari dan menyesuaikan unsur budayaan asing dengan budayaan asli indonesia.


Raja Raja Kutai

1. Kudungga

Kudungga adalah merupakan raja pertama dari Kerajaan Kutai namun apabila di lihat dari arti nama tersebut sangat erat dengan nuansa lokal dan ahli sejarah mengemukakan bahwa saat ia berkuasa, pengaruh hindu baru masuk ke wilayah Nusantara.

Pada awalnya ada kemungkinan Kudungga adalah merupakan seorang kepala suku yang saat mulai masuk pengaruh dari Hindu, karena itu ia langsung merubah sistem yang ada yaitu sistem pemerintahan menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sendiri menjadi seorang raja.

2. Raja Aswwarman

Raja Aswwarman adalah keturunan dari Kudungga yang terkenal dengan sebutan Dewa Ansuman atau Dewa Matahari. Raja Aswwarman di kenal sebagai pendiri dari Kerajaan Kutai maka mendapat gelar Wangsakerta dengan arti pembentuk keluarga.

Pada Prasasti Yupa juga di sebutkan bahwa jika Raja Aswwarman merupakan seorang raja yang cakap dan juga kuat maka dari itu keberadaan dari kerajaan ini dapat lebih luas dan di buktikan dengan adanya pelaksanaan upacara Asmawedha.

3. Raja Mulawarman

Kisah ini menceritakan bahwa Mulawarman merupakan sosok raja terbesar yang berpengaruh di Kerajaan Kutai dan ia merupakan cucu dari Kudungga serta anak Aswawarman. Ia bahkan juga dijadikan sebagai simbol dari Kerajaan.


Runtuhnya Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai Kartanegara yang awalnya rajanya bergelar sebagai Pangeran berubah kini menjadi bergelar Sultan (Sultan Aji Muhammad Idris) dan hingga saat ini di sebut juga Kesultanan Kutai Kartanegara yang di muali sejak tahun 1735.

Pada tahun 1365 Kerajaan Kutai Kartanegara inilah yang di sebut dalam sastra Jawa Negarakertagama. Yang selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang sering di sebut sebagai Kesultanan kutai Kartanegara.

Berakhirnya Kesultanan Kutai di mulai Pada saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia meninggal dalam peperangan yang terbunuh di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, yaitu Aji Pangeran Anum Panji Mandapa di saat itulah kerajaan Kutai berakhir.


Peninggalan Kerajaan Kutai

1.Prasasti Yupa

Salah satu bukti yang terkuat adanya kerajaan hindu yang berdiri di atas tanah Kalimantan. Sedikitnya ada 7 prasasti Yupa yang hingga kini masih tetap ada. Salah satu peninggalan kerajaan kutai paling tua yaitu Prasasti Yupa.

2.Ketopong Sultan

Ketopong Sultan adalah merupakan mahkota Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas. Dengan berat mencapai 1,98 kg dan saat ini di simpan di Musium Nasional di Jakarta.

Ketopong sultan di temukan pada tahun 1890 yang berada di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Di Musium Mulawarman sendiri, ketopong Sultan yang di pajang adalah ketopong tiruan.

3.Kalung Ciwa

Salah satu peninggalan sejarah kerajaan Kutai yang dapat di temukan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman yaitu Kalung Ciwa. Penemuan ini terjadi pada tahun 1890 oleh seorang penduduk di sekitar Danau Lipan, yang ada di Muara Kaman.

4.Kalung Uncal

Kalung Uncal adalah kalung emas yang beratnya mencapai 170 gram yang terdapat liontin berelief cerita ramayana. Pada saat kerajaan Kutai Martadipura berhasil di taklukan, kalung ini menjadi perlengkapan kerajaan Kutai Martadipura dan mulai digunakan oleh para Sultan Kutai Kartanegara.

Berdasarkan penelitian para ahli bahwa kalung uncal berasal dari daerah India (Unchale). Pada saat ini hanya ada 2 kalung uncal, satu berada di daerah India dan satunya lagi ada di Museum Mulawarman, yang berada di Kota Tenggarong.

5.Kura-Kura Emas

Kura-kura emas ada di Musium Mulawarman. Dengan ukurannya sebesar setengah kepalan tangan. Dan berdasarkan label yang tertera di dalam etalasenya, benda unik ini ditemukan di daerah Long Lalang, daerah yang terletak di hulu sungai Mahakam. Untuk menunjukan kesungguhanya yang ingin mempersunting sang putri pangeran memberikan beberapa benda unik kerajaan.

6.Pedang Sultan

Merupakan salah satu kerajaan Kutai yang terukir gambar seekor hariamua yang sedang siap menerkam di gagang pedang. Dan di hiasi seekor buaya di ujung sarung pedang. Yang kini Pedang Sultan berada di Museum Nasional yang ada di Jakarta.

7.Tali Juwita

Dalam upacara adat Bepelas Tali juwita di gunakan, yang terbuat dari benang yang banyaknya 21 helai. Tali juwita merupakan peninggalan kerajaan Kutai yang menyimbolkan 7 muara dan 3 anak sungai (sungai Kelinjau, Belayan dan Kedang Pahu) yang dimiliki sungai Mahakam.

8.Keris Bukit

Keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu yang pertama kali di sebut juga Keris Bukit Kang. Berdasarkan sejarah, permaisuri ini adalah seorang putri yang ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di atas balai bambu. Yang di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan dan juga terdapat sebuah telur ayam dan keris bukit kang.

Baca Juga : Kisah Runtuhnya Kerajaan Tarumanegara

9.Kelambu Kuning

Terdapat beberapa benda peninggalan kerajaan kutai yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Peningalan ini ditempatkan dalam kelambu kuning untuk menghindari timbulnya tuah dan bala.

Peninggalan sejarah kerajaan Kutai yang ada di antaranya yaitu arca singa, sangkoh piatu,tajau,gong bende,kelengkang besi,serta Keliau Aji Siti Berawan.

10.Singgasana Sultan

Merupakan salah satu peninggalan sejarah kerajaan Kutai yang masih tetap terjaga hingga saat ini. Singgasana sultan ini berada di Museum Mulawarman.

Singgasana ini digunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit, dan raja-raja kerajaan Kutai sebelumnya. Singgasana terdapat juga dengan umbul-umbul, payung, dan peraduan pengantin Kutai Keraton.

11.Meriam

Meriam Kerajaan Kutai merupakan salah satu kerajaan yang di lengkapi dengan sistem pertahanan yang kuat. Hal tersebut di buktikan oleh banyaknya peninggalan sejarah berupa beberapa alat bela diri lainnya dan meriam.

Dan kerajaan kutai memiliki 4 yang hingga kini masih terjaga dengan rapi. Keempat meriam tersebut antara lain Meriam Sapu Jagat, Meriam Gentar Bumi, Meriam Aji Entong, dan Meriam Sri Gunung.

12.Tombak Kerajaan Majapahit

Kerajaan Kutai dan Kerajaan Majapahit memiliki hubungan yang sangat erat. Yang menjadi bukti adalah Tombak yang berasal dari kerajaan Majapahit, yang menjadi salah satu peninggalan kerajaan Kutai yang ada di Muara Kaman sejak dulu.

13.Keramik Kuno Tiongkok

Salah satu kerjaan Kutai yaitu Keramik Kuno Tiongkok yang hingga saat ini, masih ada di Musium Mulawarman di bawah tanah, yang berada di daerah Kutai Kartanegara.

14.Gamelan Gajah Prawoto

Gamelan-gamelan ini di yakini berasal dari pulau Jawa. Tak hanya itu, beberapa topeng, keris,wayang kulit, pangkon, dan barang kuningan dan perak. Hal itu membuktikan bahwa telah ada hubungan erat antara Kerajaan Kutai dengan kerajaan yang ada di Jawa.


Letak Peninggalan

Kutai Martadipura adalah merupakan kerajaan Kutai yang bercorak Hindu di Nusantara, dengan adanya bukti sejarah tertua. Berdiri sejak pada abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, di Kalimantan Timur, tepatnya di daerah Hulu sungai Mahakam.

Nah itulah Sedikit ulasan tentang Kerajaan Kutai Karta Negara yang dapat kami Rangkum, Semoga dapat menjadi wawasdan ilmu dalam mengenal ilmu sejarah.