4 Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Mulai abad ke-13, ternyata Islam telah masuk ke nusantara dan ajaran Islam kemudian mulai beradaptasi ke sejumlah kesultanan. Nah, untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang kerajaan Islam tertua di Indonesia, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Kerajaan Perlak 

Nama Perlak sendiri berasal dari Kayu Perlak, nah kayu jenis ini adalah kayu khas dari daerah Perlak. Hal ini karena perlak adalah daerah penghasil kayu, sehingga kawasan ini bernama Bandar perlak.

Kesultanan Perlak atau yang disebut juga dengan Peureulak merupakan kerajaan Islam tertua yang ada di Indonesia. Hal ini karena kerajaan ini sudah berdiri sejak 840 M. Nah, kerajaan ini sendiri berkuasa pada wilayah Peureulak, tepatnya Aceh Timur yang hanya bertahan sampai tahun 1292 saja.

Karena pada akhirnya kerajaan ini bergabung dengan kerajaan Samudera Pasai. Sultan Alaidin Syeh Maulana Abdul Aziz Syah merupakan raja pertama yang telah memerintah kerajaan Perlak. Sultan ini sendiri adalah putera dari Ali bin Muhammad bin Ja`far Shadiq.

Beliau adalah adik Syahir Nuwi yang merupakan pemimpin Perlak sebelum beliau memeluk Islam. Nah, sejak kepemimpinan dari Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah, tentunya bandar Perlak akhirnya menjadi bandar Khalifah. 

Dengan hasil alam dan memiliki posisi yang cukup strategis, ternyata membuat Perlak sebagai pelabuhan niaga pada abad yang ke-8. Pelabuhan niaga ini pun maju dan berkembang, terlebih lagi kapal-kapal dari Persia dan Arab sering mendatangi pelabuhan ini. 

Sehingga tidaklah mengherankan jika masyarakat Islam dari daerah ini cukup berkembang. Ditambah lagi dengan perkawinan campur saudagar muslim dan perempuan setempat. Kesultanan perlak sendiri berakhir setelah sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan yang ke-18 meninggal di tahun 1292. 

Baca Juga:  Raden Walangsungsang

Selanjutnya kesultanan perlak ini menyatu dengan Samudera Pasai. Dapat dikatakan bahwa begitu besarnya perkembangan dari agama Islam ini. Sehingga pada akhirnya kerajaan Islam perlak muncul sebagai kerajaan islam yang tertua pertama di nusantara. Baca juga tentang Sunan Ngudung.

Kerajaan Ternate 

Kerajaan Gapi atau Kesultanan Ternate merupakan salah satu dari empat kerajaan Islam yang terdapat pada Kepulauan Maluku. 

Sebagai salah satu dari kerajaan Islam tertua, Baab Mashur Malamo mendirikan kerajaan ini pada tahun 1257. Selain itu, perannya pun sangat penting pada abad ke-13 sampai abad ke-19. Pada abad ke-16, Kesultanan Ternate pun menikmati kegemilangannya.

Penyebabnya karena adanya kekuatan militer dan perdagangan rempah yang mereka lakukan. Pada masa jayanya, ternyata kekuasaan Ternate telah membentang sampai ke wilayah Maluku, bagian selatan dari kepulauan Filipina sampai Kepulauan Marshall.

Para momole sendiri pada awal kemunculannya memimpin suku Ternate. Kerajaan Ternate sendiri mengadopsi Islam secara total pada pertengahan abad 15 hingga berlakunya penerapan syariat Islam. Meninggalkan gelar kolano, Sultan Zainal Abidin pun menggantinya dengan menggunakan gelar sultan. 

Hingga saat itu para ulama pun menjadi figur paling penting dalam kerajaan. Nah, kerajaan Ternate ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan dari Sultan Bayanullah. Ketahui juga sejarah tentang Nyai Subang Larang.

Kerajaan Samudera Pasai

Berada pada pesisir pantai utara dari Sumatra, kota Lhoksemawe, Aceh Utara terdapat Samudera Darussalam atau yang disebut dengan Samudera Pasai. Marah Silu mendirikan kerajaan Samudera Pasai ini yang kebanyakan orang mengenalnya sebagai kerajaan Islam yang tertua sekitar tahun 1267. 

Beliau sendiri bergelar sebagai Sultan Malik as-Saleh, dan wafat pada 1267 M. Dengan begitu putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik az-Zahir melanjutkan pemerintahan Samudera Pasai.

Baca Juga:  Kisah Fatimah Az Zahra

Selain itu, beliau juga memperkenalkan mata uang koin emas. Sehingga Pasai tidak hanya berkembang sebagai tempat dalam pengembangan dakwah Islam saja, namun juga sebagai tempat untuk melakukan pedagangan.

Pada tahun 1326, Sultan Muhammad Malik az-Zahir meninggal dunia, yang kemudian anaknya yang bernama Sultan Mahmud Malik az-Zahir menggantikan posisinya. Ia memerintah kerajaan Samudera Pasai hingga tahun 1345. 

Namun Kesultanan Pasai atau kerajaan Samudera Pasai ini runtuh setelah adanya serangan Portugal yang terjadi pada tahun 1521.

Kerajaan Gowa 

Terletak pada daerah Sulawesi Selatan, kesultanan Gowa merupakan salah satu kerajaan paling sukses lho. Rakyatnya sendiri dari Suku Makassar dan telah berdiam pada pesisir barat Sulawesi, yaitu bagian selatan. Terlebih lagi sultan Hasanuddin merupakan raja yang cukup terkenal pada saat itu. 

Hal ini karena saat itu terjadinya perang Makassar antara tahun 1666 hingga 1669 dengan VOC. Nah, perang Makassar ini bukanlah sebagai perang antarsuku. Karena dari pihak Gowa sendiri mempunyai sekutu pada kalangan Bugis.

Begitu pula dengan pihak Bone dan Belanda yang mempunyai sekutu orang Makassar. Dapat dikatakan bahwa perang Makassar merupakan perang terbesar VOC yang terjadi pada abad ke-17. 

Selain itu, kesultanan Gowa dalam perkembangannya mengalami pasang surut. Bahkan juga mengalami masa penjajahan dari kekuasaan Belanda. 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *